Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANSER Tanggap Bencana (BAGANA) Sumatra Utara melakukan aksi kemanusiaan dengan bersih-bersih di lokasi Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik IX Sibolga, Tapanuli Tengah, pada Jumat (12/12).
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan bahwa tim yang diturunkan untuk bencana Sumatra dan Aceh tidak memandang latar belakang warga terdampak. Menurutnya, aksi kemanusiaan Banser harus menyentuh seluruh warga masayarakat yang membutuhkan.
“Jadi kami turun untuk aksi kemanusiaan. Semua yang terdampak, yang menjadi korban, apapun agamanya, sukunya, golongannya, jika kami mampu pasti akan dibantu,” katanya, dalam keterangan resmi, Jumat (12/12).
Termasuk dalam rangka persiapan perayaan Natal, kata dia, aksi kemanusiaan ini ditujukan agar umat kristiani yang akan merayakan merasa khidmat dan nyaman.
“Di tengah bencana, saudara-saudara kita dari umat kristiani ingin beribadah dengan khusuk dan nyaman. Agar mereka tidak terganggu, Banser di lapangan ikut membersihkan gereja,” lanjutnya.
Aktivitas bersih-bersih tempat ibadah ini menjadi bagian dari aksi nasional Bagana di lokasi bencana seperti di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menurut Addin, bantuan Ansor selain mendistribusikan logistik, juga membantu perbaikan fasilitas umum.
“Fasilitas publik, sekolah, tempat ibadah, puskesmas. Lalu perbaikan sanitasi hingga bersih-bersih jalan menjadi konsentrasi Bagana, setelah sebelumnya pendistribusian kebutuhan pokok,” tambahnya.
Sementara itu, Timbul Pasaribu Korwil GP Ansor Sumatra Utara, mengatakan personel Banser yang turun ke lapangan membersihkan material yang terbawa arus banjir. Banser juga memastikan agar di sekitar area gereja aman untuk kembali digunakan.
“Personel Banser turun langsung menyingkirkan sampah, lumpur, serta material yang terbawa banjir, sekaligus memastikan area gereja kembali bersih dan aman untuk digunakan,” ujarnya.
Tampak senang pihak Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik IX Sibolga, Pdt. Sitorus mengucapkan terima kasih kepada tim Banser yang telah membantu membersihkan halaman gereja dari tumpukan tanah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu sekalian atas bantuannya dan keikhlasannya. Semoga Tuhan memberkati Bapak dan Ibu,” katanya.
Selain membersihkan gereja, terdapat tempat peribadatan yang juga terdampak bencana. PC GP Ansor Tapanuli Tengah bersama dengan Banser, juga membersihkan masjid-masjid yang terdampak bencana banjir. (Cah/P-3)
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Sejumlah provinsi telah mengirimkan relawan kemanusiaan, di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sigit berharap dengan adanya gotong royong polisi dan warga ini, anak-anak bisa segera kembali ke kursi sekolah.
Pramono mengatakan perayaan akan digelar di delapan titik bersama Forkopimda, dengan pusat kegiatan di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Baznas memberikan program layanan kesehatan gratis bagi korban penyintas bencana banjir di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
SATUAN Brimob Polda Sumatra Utara mengevakuasi puluhan warga yang terisolasi akibat banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
MEMASUKI lebih dari satu bulan pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kejelasan penanganan dan pemulihan bagi warga terdampak masih menjadi sorotan.
Jaringan listrik PLN di seluruh wilayah terdampak telah kembali normal. Namun, persoalan krusial masih dihadapi warga, yakni keterbatasan akses air bersih.
Kondisi tersebut dirasakan warga di sejumlah kecamatan terdampak parah, seperti Badiri, Sitahuis, dan Pinangsori.
Proses normalisasi sungai dan pembersihan jalan telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved