Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah isu kelangkaan air bersih yang telah lama menjadi persoalan kronis di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah harapan baru muncul bagi masyarakat Kota Kupang.
Pada Kamis (11/12), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko meresmikan pengoperasian 9 titik sumur bor baru. Peresmian ini melengkapi upaya sebelumnya dan siap memberikan akses air bersih bagi ribuan warga yang telah lama menanti.
Kelangkaan air di Kupang selama ini memaksa banyak keluarga harus menempuh jarak jauh, membeli air dengan harga tinggi, atau berhemat ekstrem dalam aktivitas sehari-hari.
Situasi ini bukan hanya menyulitkan, tetapi juga menggerus martabat masyarakat. Dalam konteks inilah, langkah konkret dari Polda NTT menjadi solusi yang sangat dinantikan.
Rudi menegaskan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, menekankan bahwa air adalah simbol kehidupan dan martabat.
“Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga simbol kehidupan dan martabat manusia. Air adalah hidup. Di banyak tempat, air bersih bisa didapatkan dengan mudah, tetapi di NTT, air adalah perjuangan. Kami ingin menghentikan perjuangan itu,” ujar Kapolda NTT dalam sambutannya.
“Kami ingin ibu-ibu tidak lagi berjalan jauh sambil memikul jeriken, kami ingin anak-anak bisa mandi sebelum berangkat sekolah, dan kami ingin setiap keluarga hidup dengan lebih layak. Inilah bentuk kehadiran kami, menghadirkan solusi, bukan sekadar janji. Semoga setiap tetes air bersih dari sumur ini membawa harapan baru, kesehatan baru, dan kehidupan yang lebih bermartabat bagi saudara-saudara kami di NTT,” lanjutnya.
Peresmian 9 titik baru ini menjadikan total 18 sumur bor bantuan Kapolda NTT yang kini aktif beroperasi penuh melayani warga Kupang. Sementara itu, lima titik lainnya saat ini masih dalam proses pengerjaan.
Sembilan lokasi sumur bor yang baru diresmikan tersebar di beberapa kelurahan, meliputi: Oesapa Barat RT 002, Oesapa Selatan Jl. Bumi RT 007/RW 003, Lasiana Jl. Johanes RT 030/RW 008, Namosain RT 004/RW 002, Liliba Belakang Pos Kamling RT 041, Fatukoa RT 010/RW 003, Naikoten RT 028/RW 010, Sikumana RT 023/RW 009, dan Manulai II RT 010/RW 004.
Kehadiran sumur bor ini disambut dengan sukacita oleh warga. Samuel Hanas, warga RT 030 Kelurahan Lasiana, mengungkapkan rasa terima kasihnya.
“Selama ini, kami harus hidup dengan segala keterbatasan. Hari ini, untuk pertama kalinya kami melihat air mengalir dari tanah kami sendiri. Rasanya seperti beban lama terangkat. Terima kasih Bapak Kapolda, bagi kami ini bukan sekadar bantuan, tapi anugerah besar,” katanya.
Acara peresmian ditutup dengan penyerahan paket bantuan sosial kepada perwakilan masyarakat, memperkuat pesan bahwa kehadiran Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga membawa kepedulian sosial yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.
Pembangunan sumur bor ini menjadi wujud nyata dari gerakan kemanusiaan dan komitmen untuk mengembalikan martabat warga melalui akses air bersih yang vital. (Z-1)
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Cakupan layanan air bersih PDAM Tirta Asasta telah mencapai 23% dari total kebutuhan warga Kota Depok
Green mindset yang diusung Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, merupakan langkah strategis dan visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih di Jakarta.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved