Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pengelolaan Air Baku PAM Jaya Dinilai Relevan dengan Tantangan Jakarta

Akmal Fauzi
24/1/2026 22:41
Pengelolaan Air Baku PAM Jaya Dinilai Relevan dengan Tantangan Jakarta
ilustrasi(PAM Jaya)

LANGKAH yang dilakukan PAM Jaya dalam mengelola sumber air baku tanpa mengeksploitasi air tanah mendapat apresiasi dari pemerhati Jakarta sekaligus Ketua Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto (SGY).

Ia menilai, green mindset yang diusung Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, merupakan langkah strategis dan visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih di Jakarta.

"Kombinasi green mindset, penguatan infrastruktur, dan transformasi digital membuat PAM Jaya berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan layanan air bersih yang berkelanjutan, adil, dan berkualitas bagi seluruh warga Jakarta," kata SGY, Sabtu (24/1)

Menurutnya, keputusan PAM Jaya yang mengandalkan Waduk Jatiluhur dan 13 sungai di Jakarta sebagai sumber air baku utama, tanpa melakukan pengeboran air tanah, menunjukkan keberpihakan nyata terhadap kelestarian lingkungan.

"Ini adalah bukti bahwa PAM Jaya tidak hanya berpikir soal pelayanan hari ini, tetapi juga tentang masa depan lingkungan Jakarta. Tidak mengeksploitasi air tanah berarti ikut mencegah penurunan muka tanah dan kerusakan ekosistem," ucapnya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut sangat relevan dengan kondisi Jakarta yang selama ini menghadapi persoalan penurunan permukaan tanah akibat penggunaan air tanah berlebihan. Untuk itu, pendekatan green mindset Arief Nasrudin dinilai sejalan dengan kebutuhan mendesak Jakarta untuk bertransformasi menuju kota yang lebih ramah lingkungan.

"Waduk Jatiluhur adalah sumber utama air baku PAM Jaya. Maka sudah logis jika PAM Jaya juga harus peduli terhadap kelestarian kawasan hulu, termasuk daerah aliran sungai yang terhubung dengan Waduk Cirata dan Saguling. Ini bukan hanya tanggung jawab teknis, tapi tanggung jawab moral terhadap lingkungan," terangnya.

Ia juga menyoroti peran aktif PAM Jaya dalam menjaga kualitas lingkungan 13 aliran sungai di Jakarta. Langkah tersebut memperkuat konsep Green Mind PAM JAYA yang tidak hanya berfokus pada distribusi air, tetapi juga pada keberlanjutan sumber daya alam.

"Green mindset Arief Nasrudin adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Green Mind PAM Jaya. Ini adalah model kepemimpinan BUMD yang patut diapresiasi dan dijadikan contoh oleh perusahaan daerah lainnya," tegasnya.

Pandangan green mindset ini juga dinilai relevan dengan semangat Metro TV Green Summit 2026 yang mengusung tema “Accelerating Indonesia’s Green Transition”. SGY melihat kehadiran Arief Nasrudin dalam forum tersebut sebagai sinyal kuat bahwa PAM Jaya ingin menempatkan isu lingkungan sebagai fondasi utama pengelolaan air bersih di Jakarta.

Selain aspek lingkungan, SGY turut mengapresiasi kinerja PAM Jaya dalam meningkatkan cakupan layanan air bersih. Ia menyebut pencapaian penambahan sekitar 206.537 sambungan rumah sepanjang 2025, hingga cakupan layanan mencapai 80,24 persen, merupakan prestasi yang signifikan.

"Capaian ini menjadi fondasi penting untuk menuju target layanan 100 persen pada 2029. Meski tantangan infrastruktur masih besar, arah kebijakannya sudah benar dan konsisten," bebernya.

SGY menegaskan, dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo terhadap program PAM Jaya menjadi faktor penting keberhasilan target layanan 100 persen.

"Ketika kepala daerah memberi perhatian serius, maka BUMD seperti PAM Jaya akan memiliki energi ekstra untuk bekerja lebih cepat dan lebih terarah," pungkasnya. (P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya