Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Menhan Tegaskan Pemerintah Mampu Tangani Bencana Sumatra secara Mandiri

Lina Herlina
09/12/2025 20:43
Menhan Tegaskan Pemerintah Mampu Tangani Bencana Sumatra secara Mandiri
Relawan dan petugas menata barang bantuan berupa tenda, sandang dan pangan yang akan dikirim ke lokasi bencana logsor setibanya di area logistik sementara di Pangkalam Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (9/12/2025).(MI/Susanto)

MENTERI Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan penanggulangan bencana alam di Sumatra saat ini dilakukan secara mandiri dengan mengerahkan seluruh kemampuan nasional.

Hal itu dikatakannya untuk menanggapi pernyataan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, bahwa pihaknya meminta bantuan asing untuk membantu penangan banjir di daerahnya. 

Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi langsung yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah pusat, dalam hal ini bangsa Indonesia memiliki kapasitas penuh untuk menangani situasi darurat ini secara mandiri.

"Kami bagian dari sistem penanggulangan bencana alam yang dipimpin langsung oleh Presiden. Beliau telah mengambil evaluasi bahwa bencana ini adalah bencana yang bisa kita atasi oleh bangsa sendiri," ujar Sjafrie, Selasa (9/12), saat berada di Kampus Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia merinci kekuatan nasional yang telah dikerahkan, meliputi kemampuan angkut darat, laut, dan udara. Logistik yang memadai, ketersediaan obat-obatan serta tenaga medis yang berasal dari berbagai institusi, termasuk Universitas Hasanuddin. Semua sumber daya ini, lanjutnya, telah dikolaborasikan menjadi satu sistem tanggap bencana yang terpadu.

"Kita mempunyai kemampuan peralatan, logistik, dan tenaga. Ini kita mampu lakukan secara kemampuan yang ada pada kita," tegasnya.

Sjafrie lalu membedakan situasi sekarang dengan penanganan tsunami besar di masa lalu. "Ini berbeda daripada saat dulu kita menghadapi tsunami, kita mengalami kesulitan karena tidak punya kemandirian. Sekarang kita mandiri," ujarnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi respons tidak langsung terhadap permintaan Gubernur Aceh agar bantuan asing diperbolehkan masuk. Sjafrie menjelaskan bahwa kehadiran personel penyelam dari Tiongkok yang sempat masuk adalah khusus untuk misi pencarian jasad korban, bukan bagian dari penanggulangan bencana secara keseluruhan.

"Yang dari Tiongkok itu untuk penyelaman, itu bantuan personel kepada tim yang mau mencari jasad korban. Tetapi secara keseluruhan, penanggulangan bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta Aceh, itu ditanggulangi secara mandiri," pungkasnya. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya