Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR bandang yang meluluhlantakkan kawasan Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, bukan saja menewaskan ribuan anak manusia. Tapi bencana dahsyat itu juga menghacur jutaan infrastruktur, lahan pertanian, perikanan, dan banyak lainnya.
Sesuai penelusuran Media Indonesia, ribuan hektare lahan sawah dan tambak warga di kawasan Provinsi Aceh rusak diterjang arus banjir bak tsunami. Bahkan radius kerusakan banjirnya lebih luas dan terbentang masuk ke pedalaman Aceh.
Di Desa Cot Ara, Kecamatan Kita Blang, Kabupaten Bireuen, misalnya, sekitar 50 hektare (ha) lahan sawah milik warga yang hanya menunggu waktu panen rusak tertimbun lumpur bercampur pasir Sungai Krueng Peusangan dan sampah kayu gelondongan. Padahal hamparan tanaman padi yang terbentang luas itu sudah menguning dan hanya tinggal memanen beberapa hari lagi.
Lebih parah lagi lahan sawah sudah seperti lautan lumpur berpasir bercampur sampah kayu yang diduga bekas penebanga liat itu hingga tidak tampak lagi pematangnya. Sangat sulit membedakan antara satu petak dengan petak lainnya.
"Semua rata seperti danau lumpur bercampur pasir. Sudah tertimbun semua padi yang sudah menguning, keuali berganti dengan sampah potongan kayu rimba. Lenyap sudah harapan hasil panen padi melimpah ruah," tutur M Kasem, tokoh masyarakat Kita Blang, Selasa (9/12).
Dikatakan M Kasem, bukan saja sawah siap panen yang rusak parah. Puluhan hektare tambak udang, ikan bandeng, dan lainnya juga ikut musnah. Semua lahan budi daya ikan di pesisir pantai Selat Malaka itu berantakan dan tertimbun sendemen sampah banjir.
Kerusakan parah terhadap fasilitas bercocok tanam dan tempat budi daya ikan itu menjadi pukulan berat bagi warga di provinsi paling ujung barat Indonesia itu. Tidak hanya di Kabupaten Bireuen, tapi juga terjadi di sekitar 16 kabupaten/kota terdampak banjir di Aceh.
Ini bukan hanya merugikan para pemilik lahan, melainkan berimbas lebih jauh terhadap ketersediaan bahan pangan di Aceh hingga tingkat nasional. Bahkan bermuara terhadap perekonomian di Sumatra berpotensi terganggu swasembada pangan nasional.
Apa yang terjadi di Bireuen itujuga banyak terjadi di lokasi banjir lainnya seperti di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang. Lalu kerusakan lahan perkebunan sayur, kopi, dan kawasan hasil bumi lainnya Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara hingga kawasan barat selatan Provinsi Aceh.
"Ini hanya bagian kecil yang terjadi di Aceh. Tapi ini tak ubah seperti puncak gunung es yang terlihat di tengah lautan samudra. Hanya sebagian kecil baru tampak terlihat menjulang ke atas. Itu lebih besar lagi kalau yang terjadi di tiga provinsi banjir itu," kata M Adli Abdullah, budayawan Aceh yang juga dosen Universitas Syiah Kuala. (MR/E-4)
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
MEMASUKI bulan keempat masa pemulihan pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh pada November 2025 lalu, bantuan pangan bernutrisi terus mengalir bagi warga terdampak.
FAKULTAS Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bersama Ikatan Alumni (ILUNI) FTUI memulai langkah nyata dalam pemulihan pascabencana di Aceh Tengah, Aceh.
Ia menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah terdampak bencana dijalankan dengan skema swakelola berbasis gotong royong.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Program Kita Jaga Usaha (KJU) Tahap I sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana Sumatra.
Peran aktif prajurit TNI dalam membantu masyarakat dearah adalah wujud pengabdian Dan kecintaan TNI terhadap Rakyat dan Bangsa Indonesia.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved