Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pengalaman Global Taufiq Hidayat: Dari Puing Turki hingga Rohingya, Kini Memimpin Respon Bencana di Sumut

Basuki Eka Purnama
09/12/2025 08:44
Pengalaman Global Taufiq Hidayat: Dari Puing Turki hingga Rohingya, Kini Memimpin Respon Bencana di Sumut
Komandan Respon Penyelamatan dan Kedaruratan Baznas Tanggap Bencana (BTB), Taufiq Hidayat.(MI/HO)

BANJIR bandang dan tanah longsor yang menerjang Sumatra Utara menghadirkan tantangan berat. Namun, Komandan Respon Penyelamatan dan Kedaruratan Baznas Tanggap Bencana (BTB), Taufiq Hidayat, datang bukan hanya dengan semangat, melainkan dengan segudang pengalaman dari zona krisis paling parah di dunia.

Taufiq Hidayat membawa rekam jejak yang solid, mulai dari gempa Myanmar, krisis kemanusiaan Rohingya di Bangladesh, operasi gempa Turki-Suriah, hingga bantuan kemanusiaan untuk Palestina via Mesir. Pengalaman global ini kini menjadi panduan utama dalam operasi darurat di Tapanuli.

“Setiap bencana memiliki tantangan unik, tapi esensi kemanusiaan dan prinsip respon darurat tetap sama: ketepatan, kecepatan, dan empati,” ujar Taufiq saat ditemui di Dapur Umum Baznas RI di Tapanuli Tengah, Kamis (4/12) lalu.

Strategi Global di Medan Lokal

Perjalanan Taufiq dalam penanggulangan bencana telah diasah sejak level nasional, seperti penanganan pemulasaraan jenazah covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Pengalaman itu membentuk mentalnya untuk menghadapi tekanan ekstrem.

Di kancah internasional, ia belajar mengelola logistik dalam skala besar di tengah keterbatasan infrastruktur di kamp pengungsi Rohingya, serta memahami kompleksitas search and rescue dan rehabilitasi pascabencana di puing-puing gempa Turki.

Pengalaman berharga itu langsung ia terapkan di Tapanuli. Memimpin tim yang harus menempuh perjalanan dua hari dari Bandara Silangit menuju lokasi yang terisolasi, Taufiq berpegangan pada satu prinsip kunci:

“Prinsip yang saya pegang dari respon bencana internasional adalah *needs assessment* yang cepat dan adaptif. Di sini, kami segera identifikasi titik kritis: logistik makanan dan air bersih, lalu komunikasi,” jelasnya.

Dapur Umum dan Solusi Teknologi

Berdasarkan asesmen tersebut, tim BTB segera mendirikan beberapa dapur umum. Di Desa Tandihat, Tapanuli Selatan, dapur umum di PTPN 5 Simarpinggan mampu memproduksi hingga 1.950 bungkus makanan per hari untuk 630 jiwa pengungsi. 

Sementara di Masjid An-Nursina, Tapanuli Tengah, dapur umum menyiapkan 600 bungkus makanan per produksi. Operasi ini dijalankan dengan disiplin tinggi, membagi tugas tim mulai dari berbelanja di Pasar Sibolga, memasak, hingga pendistribusian.

Tantangan terberat, seperti yang sering ia temui di zona bencana internasional, adalah blackout komunikasi total. Menyadari koneksi adalah urat nadi koordinasi, Taufiq segera menginisiasi solusi teknologi.

“Koneksi adalah urat nadi koordinasi. Di Turki atau di kamp pengungsi, kami juga bergantung pada solusi alternatif saat infrastruktur hancur. Starlink adalah pilihan tepat di sini karena independen dari BTS yang rusak,” paparnya, yang berujung pada didatangkannya perangkat internet satelit Starlink dari Jakarta.

Amil Berotot Kawat, Bertulang Besi

Kepemimpinan Taufiq tidak hanya berasal dari pengalaman lapangan, tetapi juga dari pelatihan karakter yang solid. Ia adalah salah satu dari 500 ‘zakat warrior’ Baznas yang menjalani Diklat Bela Negara di Rindam Jaya, sebuah program yang menyatukan disiplin spiritual dan kebangsaan ala militer.

“Diklat itu adalah dialektika. Ia mengkristalkan mental kami sebagai amil yang tidak hanya shalih secara individu, tetapi juga mushlih (reformis) secara sosial, siap bertarung melawan ‘musuh’ berupa kemiskinan dan penderitaan,” ujar Taufiq.

Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menekankan bahwa Taufiq Hidayat adalah bukti nyata dari visi Baznas: seorang pemimpin lapangan yang tenang, strategis, dan berintegritas di tengah kekacauan, yang mampu menerjemahkan ilmu dan pengalaman global untuk menyelamatkan saudara sebangsa di Tapanuli. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik