Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Langkanya Pasokan BBM, SPBU Dikuasai Jeriken Pandan

Januari Hutabarat
04/12/2025 10:23
Langkanya Pasokan BBM, SPBU Dikuasai Jeriken Pandan
Suasana SPBU Pandan dipadati jeriken dan kerumunan warga, sementara pemilik kendaraan hanya bisa menyaksikan fenomena tersebut tanpa bisa berbuat banyak.(MI/Januari Hutabarat)

AKTIVITAS di sejumlah SPBU di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Sumatra Utara, sejak beberapa hari terakhir berubah drastis.

Pasokan BBM yang seharusnya mengalir untuk kebutuhan transportasi masyarakat, kini tersendat karena ramainya pemilik jeriken yang memadati SPBU hingga 24 jam. Kondisi ini membuat para pengendara harus rela mengantre hingga enam jam untuk mendapatkan BBM, Kamis (4/12).

Petugas SPBU mengaku tidak mampu berbuat banyak. Jumlah pemilik jeriken yang terus berdatangan membuat situasi di lokasi semakin tidak terkendali. Para pegawai hanya bisa melayani sembari berharap situasi tidak memicu keributan.

Fenomena ini berdampak pada ketidakberdayaan petugas SPBU, sementara pemilik kendaraan memilih diam demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran terselipnya pelaku penimbunan BBM di tengah antrean jeriken yang mengular.

Salah seorang petugas SPBU di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang ditemui Kamis (4/12), mengaku lebih memilih mengikuti permintaan pemilik jeriken daripada menjadi sasaran kemarahan.

“Kami terpaksa melayani mereka. Jika tidak, kami yang jadi bulan-bulanan,” ujarnya lirih.

“Padahal kami tahu, setelah jeriken terisi, banyak yang langsung menjual kembali BBM itu hingga Rp20 ribu per liter, sementara harga resmi tidak naik.”

Pantauan Media Indonesia di lapangan menunjukkan, sejumlah SPBU di Sibolga dan Tapanuli Tengah telah beralih fungsi menjadi sentra pengisian jeriken.

Sementara itu, pemilik kendaraan hanya bisa menonton dan menahan kesal. Kondisi ini membutuhkan langkah cepat aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

Selain menertibkan antrean jeriken, perlu strategi yang memastikan kendaraan pribadi tetap mendapatkan akses pengisian BBMSalah satu opsi adalah pembagian jalur pompa, sehingga pengguna kendaraan tetap dapat dilayani meski harus mengantre. (JH/E-4) 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya