Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT kebijakan energi Sofyano Zakaria menilai Pertamina telah menunjukkan peran yang signifikan selama 13 hari terakhir dalam penanganan bencana banjir yang melanda Sumatra. Menurutnya, kehadiran Pertamina bukan hanya administratif, melainkan benar-benar tampak di lapangan dengan memastikan akses energi bagi masyarakat tetap berjalan.
Sofyano mengatakan bahwa di tengah situasi penuh sorotan dan tekanan, Pertamina tetap bergerak cepat memastikan kebutuhan BBM tercukupi.
“Pertamina tidak hanya hadir di atas kertas, tetapi benar-benar turun langsung memastikan masyarakat tetap mendapat akses energi yang dibutuhkan untuk bergerak, mengevakuasi, dan memulihkan keadaan,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (9/12).
Ia menambahkan bahwa berbagai laporan di lapangan mencerminkan betapa berat medan yang harus dihadapi para petugas Pertamina. Ia menilai, upaya tersebut menunjukkan komitmen dan empati yang besar.
“Ini bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menunjukkan kepedulian. Mereka tahu bahwa BBM adalah urat nadi logistik dan kehidupan sehari-hari, sehingga mereka tetap maju meski menghadapi jalan terputus, cuaca buruk, hingga risiko keselamatan,” ucap Sofyano.
Ia juga memandang bahwa pulihnya sejumlah titik distribusi BBM di wilayah terdampak merupakan hasil langsung dari kerja all out Pertamina sejak hari pertama bencana terjadi. Para pekerja dan mitra Pertamina dinilai bekerja cepat mengatur suplai, membuka jalur alternatif, serta menambah armada distribusi.
“Hasilnya mulai tampak: masyarakat bisa kembali mengakses layanan energi meski bertahap,” jelas dia.
Ia juga mengungkapkan masih terbatasnya layanan di beberapa lokasi merupakan hal yang wajar mengingat medan di Sumatra dan Aceh sulit dijangkau.
“Tentu terbilang wajar masih ada keterbatasan. Tapi masyarakat pasti memahami bahwa di balik setiap tantangan ada upaya besar yang sedang dilakukan. Yang penting adalah komitmennya, dan itu sudah terlihat dari langkah nyata Pertamina,” terang Sofyano.
Sofyano menegaskan bahwa apa yang dilakukan Pertamina layak diapresiasi. Menurutnya, Pertamina hadir bukan hanya sebagai perusahaan penyedia energi, tetapi sebagai bagian dari upaya nasional untuk menyalakan kembali semangat masyarakat di daerah bencana.
“Mereka hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi sebagai bagian dari upaya bersama memulihkan kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (E-4)
DIREKTUR Pusat Studi Kebijakan Publik dan Pembangunan (Puskeppi), Sofyano Zakaria, mengapresiasi langkah Pertamina dalam menangani gangguan suplai energi di wilayah bencana.
DISTRIBUSI bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah yang terdampak bencana di tiga provinsi Sumatra mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
AKTIVITAS di sejumlah SPBU di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Sumatra Utara, sejak beberapa hari terakhir berubah drastis.
BENCANA banjir besar yang melanda wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik.
SETELAH sapaan fenomena alam air bah berlalu, kini di pundak korban banjir kawasan Provinsi Aceh muncul lagi dinamika baru yang harus ditanggung.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
BADAN Rescue Nasional Demokrasi (NasDem) Sumatera Barat menargetkan pembentukan pengurus Badan Rescue NasDem Daerah (BRND) tingkat kota, kabupaten dan kecamatan yang ada di Sumbar.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved