Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

BBM Langka dan Mahal, Pergerakan Warga Barat Selatan Aceh Menelusuri Lokasi Banjir Sulit

Amiruddin Abdullah Reubee
30/11/2025 13:47
BBM Langka dan Mahal, Pergerakan Warga Barat Selatan Aceh Menelusuri Lokasi Banjir Sulit
Kondisi di SPBU Pertamina kawasan Kabupaten Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

SETELAH sapaan fenomena alam air bah berlalu, kini di pundak korban banjir kawasan Provinsi Aceh muncul lagi dinamika baru yang harus ditanggung. Roda dan aktivitas kehidupan yang biasanya laksana air mengalir alur kecil pucuk sungai, ternyata sekarang mulai mengusik atau kacau balau seperti di negeri tidak bertuan. 

Di Kabupaten Subulussalam dan Aceh Selatan misalnya, harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti pertalite mencapai Rp30.000 hingga Rp50.000/kg. Itu harus mencari pada pengecer tidak resmi yang biasanya dijual di rumah-rumah atau pinggiran jalan. 

Sedangkan di tempat penjualan resmi seperti SPBU Pertamina sudah tiga hari kosong atau tidak ada stok. Di pelataran lantai pompa pengisian hanya terpasang plang bertuliskan 'BBM dalam perjalanan'.

Bukan saja jenis BBM bersubsidi, untuk bahan bakar non subsidi juga langka. Misalnya jenis pertamak, persediaan juga kosong di wilayah barat selatan Aceh yang berada di sepajang pantai Samudra Hindia itu. 

Untuk memperoleh bahan bakar warga harus menyusuri perkampungan sekitar yang biasanya di jual eceran. Bahkan mereka karena sulit memperoleh mereka terpaksa jalan kaki berjam-jam demi menembus perkampungan mereka di lokasi-lokasi banjir seperti Aceh Selatan dan Subulussalam. 

"Warga sudah pasrah dengan harga tinggi. Yang paling parah stok BBM kosong di mana-mana," tutur  Kapolsek Sultan Daulat AKP Ramlan kepada Media Indonesia

Dikatakan Ramlan, pihaknya bersama personel sudah tiga hari aktif menyusuri titik-titik paling parah dihantam banjir. Terutama menyisir permukiman penduduk di pinggiran sungai Lawe Soraya sebuah sungai besar yang melintasi Tanah Karo, Sumatra Utara, Kabupaten Aceh, Selatan, Subulussalam. hingga Aceh Tenggara. 

"Dengan fasilitas seadanya kami juga ikut mengevakuasi korban meninggal, membersihkan badan jalan nasional yang tertutup sampah banjir hingga memelihara kenyamanan warga. Insya Allah selalu merespon keluhan warga sesuai keterbatasan yang ada," tutur Kapolsek Ramlan yang berasal Kabupaten Gayo Luwes itu. (MR/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya