Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Korban Banjir dan Longsor di Sumbar Bertambah Jadi 88 Orang

Yose Hendra
29/11/2025 20:33
Korban Banjir dan Longsor di Sumbar Bertambah Jadi 88 Orang
Ilustrasi(MI/Yose Hendra)

JUMLAH korban jiwa akibat rangkaian bencana banjir, banjir bandang, dan longsor di Sumatra Barat kembali meningkat. Hingga Sabtu (29/11) siang, Pusdalops BPBD Provinsi Sumatra Barat mencatat 88 orang meninggal dunia dan 85 lainnya masih hilang sejak bencana besar melanda provinsi itu pada 21 November 2025.

Data tersebut dirilis Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Sekretaris Daerah Provinsi, Arry Yuswandi, yang menegaskan bahwa angka korban dapat terus berubah seiring pencarian yang masih berlangsung.

“Data ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui sesuai kondisi terbaru di lapangan. Hingga pukul 12.00 WIB siang ini, tercatat 88 korban meninggal dunia dan 85 orang masih dinyatakan hilang,” kata Arry dalam keterangan resmi di Padang.

Dari 16 kabupaten/kota yang terdampak, Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. Banjir bandang yang menyapu permukiman dan jalur-jalur transportasi di daerah itu menimbulkan korban yang sangat besar, 74 orang meninggal dan 78 orang masih hilang.

Angka ini menjadikan Agam sebagai episentrum bencana hidrometeorologi yang meluas di Sumatra Barat.

“Daerah dengan jumlah korban terbanyak adalah Kabupaten Agam. Pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan,” ujar Arry.

Selain Agam, beberapa daerah lain juga mencatat korban meninggal, meski tidak sebesar Agam.
Berikut sebarannya:

  1. Kota Padang Panjang: 7 meninggal
  2. Kota Padang: 5 meninggal
  3. Kota Solok: 1 meninggal
  4. Kabupaten Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang
  5. Kabupaten Padang Pariaman: 0 meninggal, 1 hilang

Sementara 10 kabupaten/kota lainnya melaporkan nihil korban jiwa maupun orang hilang, termasuk Kota Pariaman, Bukittinggi, Payakumbuh, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Solok Selatan, Kepulauan Mentawai, dan beberapa daerah lain.

Arry memastikan Pemprov Sumbar terus memperbarui perkembangan korban, kerusakan, serta kebutuhan darurat melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana.

“Data yang masuk dari kabupaten/kota masih terus diverifikasi. Proses pencarian di lapangan belum berhenti, sehingga angka ini bisa bertambah ataupun berkurang sesuai hasil evakuasi,” jelasnya.

Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan bekerja di sejumlah titik yang masih terisolasi akibat jalan tertutup material longsor dan luapan sungai. Sebagian wilayah, terutama di Agam, Pasaman Barat, dan Padang Panjang, masih mengalami gangguan akses. (YH/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya