Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH korban meninggal akibat banjir bandang yang melanda wilayah Nagari Salareh Aia (termasuk pemekaran nagari tersebut), Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, terus bertambah. Berdasarkan data terbaru Pusdalops PB BPBD Kabupaten Agam per Jumat (28/11), pukul 20.00 WIB, total korban meninggal telah mencapai 60 orang, sementara 69 lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
"Rekapitulasi BPBD Agam mencatat 60 meninggal dunia, 69 hilang. Jadi 129 total korban," ujar Operator Pusdalops PB BPBD Agam, Genta Rahmadani.
Ia menyebut kondisi di lapangan sangat berat, dengan sebaran korban di empat jorong dan medan pencarian yang tertutup material banjir bandang.
“Jumlah korban meninggal menjadi 60 orang. Data ini terus bergerak karena proses evakuasi dan identifikasi masih berlangsung. Tim juga masih mencari 69 korban yang dilaporkan hilang,” ujar Genta.
Wilayah paling terdampak berada di Koto Alam, Nagari Salareh Aia, dengan 27 korban meninggal, termasuk 21 yang telah teridentifikasi dan 6 lainnya masih dalam proses identifikasi. Tiga warga masih dinyatakan hilang: Mak Dahan, Piano, dan Sides.
Daftar korban teridentifikasi didominasi warga Sawah Laweh, Sp. Dingin, dan Koto Alam, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.
Di Jorong Kampung Tengah, tercatat 7 orang meninggal dunia, antara lain Betrina, Romi, Tek Jun, hingga Leni. Sementara 12 warga hilang, termasuk beberapa anak, seperti anak Endrizal, anak Bustaman, dan cucu Nipet.
Di wilayah ini, 9 korban meninggal sudah ditemukan, termasuk Pelangi, Alif, Ni Mis, dan Pak Pudin. Empat warga lain masih belum ditemukan: Nelfi, Yuniarti, Fajar, dan Rahma.
Wilayah Subarang Aia menjadi lokasi dengan korban hilang terbanyak. BPBD mencatat 17 korban meninggal dan 50 orang hilang.
Nama-nama yang hilang mayoritas berasal dari satu rumpun keluarga dan kelompok-kelompok kecil, menandakan skala sapuan banjir bandang yang sangat luas.
“Di Subarang Aia saja ada 50 orang hilang. Ini tantangan besar bagi tim SAR karena area tertimbun lumpur dan pepohonan,” jelas Genta.
Genta menekankan bahwa proses pencarian belum berhenti.
“Kondisi medan sulit, jalur terputus, dan beberapa lokasi hanya bisa dicapai dengan perahu atau berjalan kaki. Namun pencarian korban tetap dilanjutkan,” katanya.
Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan nagari, dan masyarakat terus berupaya mengevakuasi korban. Proses identifikasi dilakukan di beberapa posko darurat yang dibangun di Koto Alam dan Kampung Tengah.
BPBD Agam mengimbau warga tetap melapor jika ada anggota keluarga yang belum ditemukan, mengingat beberapa korban ditemukan dalam kondisi sulit dikenali. (YH/E-4)
BADAN Rescue Nasional Demokrasi (NasDem) Sumatera Barat menargetkan pembentukan pengurus Badan Rescue NasDem Daerah (BRND) tingkat kota, kabupaten dan kecamatan yang ada di Sumbar.
BANJIR lumpur dan galodo yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat, tidak mengalihkan perhatian warga pesisir dari ancaman bencana lain yang tak kalah berbahaya.
PEMERINTAH Kota Padang mulai menggerakkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana.
PEMERINTAH pusat, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, dan Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
WAKIL Bupati Agam Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya percepatan persiapan lahan agar pembangunan huntara dapat segera direalisasikan.
Kemenhut melalui UPT Koordinator Wilayah Aceh terus melakukan percepatan penanganan dampak bencana banjir berupa pembersihan tumpukan kayu dan material
BANJIR dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved