Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama operator telekomunikasi untuk segera melakukan pemulihan jaringan di sejumlah wilayah Sumatra setelah banjir bandang dan longsor merendam wilayah tersebut.
"Dampak bencana ini bukan hanya kerugian fisik dan sosial, tetapi juga mengakibatkan terputusnya akses telekomunikasi di beberapa daerah sehingga masyarakat masih terisolir. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami di Komisi I DPR RI," kata Dave kepada wartawan, Sabtu (29/11).
Dave melanjutkan, pihaknya sebagai mitra kerja Kementerian Komdigi, memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan layanan telekomunikasi tetap berjalan, terutama dalam situasi darurat. Dia meminta pemerintah melakukan koordinasi di lintas sektor untuk segera mengatasi gangguan sinyal di wilayah bencana.
"Kami mencatat bahwa gangguan sinyal di daerah terdampak bencana harus segera diatasi dengan langkah cepat, terukur, dan berkoordinasi lintas sektor. Telekomunikasi bukan sekadar layanan komersial, melainkan infrastruktur vital yang menyangkut keselamatan warga, distribusi bantuan, dan koordinasi aparat di lapangan," ujarnya.
Legislator Golkar ini mendorong Kementerian Komdigi bersama operator telekomunikasi memperbaiki jaringan sinyal di Aceh, Sumut dan Sumbar dengan menyiapkan alternatif seperti BTS darurat, mobile base station, maupun penguatan jaringan satelit di wilayah yang sulit dijangkau.
"Komisi I DPR RI juga akan memastikan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan penyelenggara telekomunikasi berjalan efektif, sehingga masyarakat tidak terlalu lama berada dalam kondisi terisolir," katanya.
"Kami siap mendukung langkah-langkah yang ditempuh pemerintah bersama Komdigi, sekaligus memastikan fungsi pengawasan dijalankan secara ketat agar proses pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh, Sumbar, dan Sumut dapat berlangsung cepat, efektif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas dia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi) Ismail menyebut, kondisi lumpuhnya jaringan komunikasi dan internet di wilayah terkena bencana alam banjir bandang dan longsor sudah menjadi perhatian khusus pihaknya.
Diketahui, banjir bandang dan tanah longsor terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat hingga Aceh.
Akibat bencana tersebut, beberapa kendala mulai terjadi termasuk akses jalan terputus hingga lumpuhnya jaringan internet dan komunikasi serta padamnya listrik di sejumlah wilayah.
"Sudah sudah (menjadi fokus Komdigi)," kata Ismail saat ditemui awak media usai menghadiri acara DigiForum 2025, di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (28/11).
Bahkan kata Ismail, Menkomdigi Meutya Hafid juga telah menggelar rapat atau diskusi khusus di internal Komdigi untuk menindaklanjuti kondisi tersebut.
Ismail memastikan, pemerintah dalam hal ini Komdigi akan memberikan tindakan untuk memperbaiki kondisi jaringan komunikasi dan internet yang terkendala di wilayah yang terdampak.
"Tadi pagi tadi juga Bu Menteri sudah melakukan rapat bersama dengan seluruh elemen di internal Komdigi untuk action mensupport itu," ucap dia.
Ismail juga menyebut, sejatinya memang ada beberapa tiang base transceiver station (BTS) atau stasiun pemancar sinyal yang terdampak dari bencana alam tersebut.
Hanya saja, Ismail tidak dapat menjelaskan secara detail berapa jumlah tiang BTS yang kini mengalami gangguan.
"Nanti akan ada siaran khusus, untuk itu saya takut salah data. Nanti ada tim ditanya di Birohumas ya," tandas dia. (M-3)
BUMN kerap dijadikan tumpuan oleh pemerintah dalam menangani bencana alam. Mereka disebut memiliki saldo yang berlebih karena ada program tanggung jawab sosial
Koordinasi lintas sektoral ini dinilai berhasil mempercepat pengambilan keputusan strategis di titik-titik terdampak.
ruas jalan dan jembatan terdampak banjir serta tanah longsor di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) masih menjadi kendala utama dalam penanganan darurat dan distribusi bantuan
Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang tengah melakukan penyelidikan terkait kayu gelondongan yang hanyut dan menumpuk usai banjir besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
MEDIA asing ramai-ramai menyoroti tumpukan kayu gelondongan yang ikut mengapung saat banjir bandang yang terjadi di Sumatra dan Aceh.
Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan duka cita mendalam kepada semua korban jiwa dan bersimpati kepada semua yang terdampak akibat banjir dan tanah longsor dahyat di berbagai wilayah Sumatra
BANJIR dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved