Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Wamendagri: Sejumlah Akses di Sumatra Barat Terputus

M Ilham Ramadhan Avisena
27/11/2025 16:12
Wamendagri: Sejumlah Akses di Sumatra Barat Terputus
Foto udara banjir merendam jalan dan permukiman di Nagari Kampuang Galapuang, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (25/11)( ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan kondisi terkini penanganan banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Ia mengungkapkan, akses yang terputus masih menjadi hambatan utama dalam pendataan hingga evakuasi warga.

Bima menjelaskan, beberapa kepala daerah bahkan tidak dapat menjangkau wilayahnya sendiri akibat sistem komunikasi yang lumpuh. "Ada Walikota Langsa yang tidak bisa mengakses daerahnya, ya karena baru kembali dari Jakarta, dan saluran komunikasi masih terputus di sana," ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini.

Kementerian Dalam Negeri, kata Bima, telah mengirimkan Dirjen Administrasi Wilayah untuk memantau langsung kondisi di lapangan. Ia mengatakan pemulihan jaringan listrik dan komunikasi menjadi langkah paling mendesak.

"Yang paling penting itu sekarang bagaimana memulihkan akses, ya. Karena PLN juga terputus," kata Bima.

Ia menambahkan telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi serta para provider untuk mempercepat pemulihan jaringan.

Selain itu, pemerintah menambah dukungan transportasi udara untuk menjangkau daerah yang masih terisolasi. "Dirjen Adwil telah mengoordinasikan untuk akses tambahan ke sana dalam hal transportasi. Ya, helikopter dari Polda, dari Provinsi, dari Polri begitu ya, untuk diutamakan," tuturnya.

Terkait jumlah korban, Bima menyatakan pemerintah belum dapat memastikan totalnya karena gangguan komunikasi. "Kemarin itu, ya, ada beberapa tercatat sembilan ya yang terdata. Ya, tapi ya kita belum bisa memastikan, ya. Karena jalur komunikasi kan terputus," kata dia. 

Bima menegaskan laporan lengkap akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto setelah seluruh data lapangan dapat diverifikasi. (Mir/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya