Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
"SEPERTI ini kondisi kami sekarang, gelap gulita, di luar kami dikepung air," ucap Putri Simanjuntak, warga Kota Medan, Sumatra Utara, melalui video yang dikirim grup percakapan keluarga pada pukul 20.00 WIB, Kamis (27/11).
Putri bersama sang suami, Kidyon Sitinjak, menyebut ada sekitar 23 orang lain, termasuk satu balita, yang berharap dapat segera dievakuasi oleh pertugas SAR maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Namun, hingga tengah malam, harapan itu sirna. Tidak ada petugas dengan perahu karet maupun bantuan logistik yang mampir meski telah coba menghubungi otoritas terkait, termasuk meminta bantuan rekan dan kerabat yang tidak terdampak bencana.
Alhasil, seluruh korban yang sejak pagi berlindung di lantai dua ruko tua, tepat di seberang Asrama Abdul Hamid di Jalan Medan-Binjai KM 10, Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, harus menahan lapar dan bahkan tanpa penerangan lantaran listrik sudah diputus PLN.
Putri dan Kidyon merupakan pedagang sayuran yang saban hari beraktivitas di Pasar Binjai. Pasangan suami istri (pasutri) ini berada di ruko itu karena terjebak banjir. Puluhan korban lain juga bukan warga setempat, mereka adalah pengendara yang kebetulan melintas di sana.
"Kata orang karena Bendungan Tirtanadi Sunggal jebol, makanya air cepat naik dan merendam rumah-rumah dan mobil. Kebetulan juga dari pagi hujan terus, tapi tidak pernah seperti ini," ujar Putri.
Setelah belasan jam menahan lapar dan dingin, dan kebetulan air juga berangsur surut, Kidyon dan Putri memutuskan untuk menerobos banjir sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (28/11).
Keduanya lalu bergegas menuju pasar untuk kembali berjualan menggunakan mobil yang terendam banjir. "Untung saja knalpot mobil sudah ditutup plastik jadi mesin masih bisa menyala. Harus berjualan karena sebagian sayuran kami sudah membusuk," pungkasnya.
TANGGAP DARURAT
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan menyusul kejadian banjir, tanah longsor, dan gempa bumi di wilayah Sumut.
Status ini dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/836/KPTS/2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari terhitung pada 27 November hingga 10 Desember 2025.
"Hal ini dilakukan karena melihat sebagian besar wilayah di Sumut mengalami banjir dan longsor," ucap Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumut Erwin Hotmansah Harahap di Medan, Sumatera Utara, Jumat (28/11).
Erwin menjelaskan, surat keputusan (SK) ini menugaskan instansi/perangkat daerah terkait segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan menangani banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumut di Medan, Sumut, Kamis (27/11), menyatakan, 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara mengalami bencana alam, yakni Langkat, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Mandailing Natal.
Kemudian, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Binjai, Medan, dan Deli Serdang.
"Melalui SK Gubernur ini diharapkan seluruh instansi/perangkat daerah mengambil langkah yang dibutuhkan untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi. Mengurangi dampaknya, menolong saudara-saudara kita yang terdampak, dan juga mencegah bertambahnya korban jiwa," tutur Erwin.
Hingga 27 November 2025, jelas Erwin, bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera Utara tercatat telah memakan sebanyak 48 korban jiwa dan 88 warga dinyatakan hilang.
Korban terbanyak di Tapanuli Selatan 17 orang, Tapanuli Utara 9 orang, Tapanuli Tengah 4 orang, Pakpak Bharat 2 orang, Nias Selatan 1 orang, Sibolga 8 orang, dan Padangsidempuan 1 orang.
Selain itu, terdapat 81 warga mengalami luka-luka dan 1.168 warga harus mengungsi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga mencatat 4 orang dilaporkan meninggal dunia di Humbang Hasundutan. "Kita turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang tewas, dan hingga kini masih dalam pencarian," ujar Erwin.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama pemerintah pusat serta TNI/Polri terus berupaya melakukan pencarian semaksimal mungkin. "Kami imbau masyarakat tetap waspada, berhati-hati dan meninggalkan lokasi-lokasi rawan longsor dan banjir bandang," tandasnya. (Ant/P-2)
BANJIR melanda sejumlah titik di Jakarta. BPBD Provinsi DKI Jakarta mengatakan, Minggu, (18/1) hingga pukul 20.00 WIB sebanyak 19 RT di Jakarta Barat terendam banjir, bantuan juga diberikan
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Jumat malam (9/1) mendorong respons cepat dari berbagai pihak.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Menyongsong bulan Ramadan, Wakil Ketua Formasi, Norita, mengajak masyarakat untuk menyisihkan rezeki guna memenuhi kebutuhan mendasar lainnya bagi para penyintas bencana Sumatra.
BPMI dan Istiqlal Global Fund (IGF) menunjukkan aksi kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan dari jemaah Masjid Istiqlal kepada masyarakat terdampak bencana alam di Aceh Tamiang
Pemerintah menyiapkan bantuan Rp15-60 juta untuk rumah rusak akibat bencana di Sumatra. Namun, pencairan masih menunggu Inpres dan proses validasi data
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Sejumlah provinsi telah mengirimkan relawan kemanusiaan, di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sigit berharap dengan adanya gotong royong polisi dan warga ini, anak-anak bisa segera kembali ke kursi sekolah.
Pramono mengatakan perayaan akan digelar di delapan titik bersama Forkopimda, dengan pusat kegiatan di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved