Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Banjir Sumatra kian Darurat, Pemerintah Gelar Rapat Terbatas

Andhika Prasetyo
27/11/2025 07:18
Banjir Sumatra kian Darurat, Pemerintah Gelar Rapat Terbatas
Petugas mengevakuasi korban banjir di Sumatra Utara.(Antara)

Pemerintah menggelar rapat terbatas lintas kementerian untuk mempercepat penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Sumatra, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, membenarkan bahwa pertemuan tersebut digelar hari ini, Kamis (27/11) dan akan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

“Benar, akan ada rapat tingkat menteri membahas bencana banjir Sumatra, bersama sejumlah gubernur dan bupati terdampak,” ujarnya.

Rapat dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB di Ruang Pusdalops Graha BNPB, Jakarta Timur, dan akan dihadiri kementerian teknis, pimpinan Basarnas, BNPB, BMKG, TNI/Polri, serta kepala daerah.

Forum ini digelar untuk meninjau langkah darurat dan mempercepat distribusi logistik, proses evakuasi, hingga pemulihan awal bagi wilayah yang terdampak cuaca ekstrem selama sepekan terakhir.

Laporan Basarnas menunjukkan sitausi Sumatra banjir bandang dan longsor memberikan dampak besar di Kabupaten Tapanuli Tengah, terutama di kecamatan Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Sibabangun, Tapian Nauli, dan Kolang.

Pada Rabu (26/11) malam, lebih dari 1.902 keluarga terdampak, dan Kecamatan Kolang menjadi wilayah terbesar dengan 1.261 keluarga. Di daerah tersebut, satu keluarga beranggotakan empat orang meninggal akibat tertimbun longsor.

Di Tapanuli Selatan, banjir bandang dan longsor terjadi di Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, dan Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru. Basarnas mencatat enam korban meninggal akibat banjir bandang dan tujuh warga tertimbun longsor di Parsariran, Hapesong Baru.

Sementara itu, di Kota Sibolga, dampak terparah berada di Kecamatan Sibolga Selatan. Delapan warga dinyatakan meninggal dan 21 orang masih hilang berdasarkan laporan posko SAR hingga Rabu malam.

Untuk menampung para pengungsi, Kantor SAR Nias memastikan tiga lokasi telah beroperasi, yakni GOR Pandan di Tapanuli Tengah, SMPN 5 Parombunan di Sibolga, serta RS Bhayangkara Batang Toru dan titik-titik pengungsian desa di Tapanuli Selatan.

Basarnas menegaskan seluruh unsur SAR gabungan telah diterjunkan untuk mempercepat pencarian dan penanganan korban, termasuk TNI/Polri, BPBD, Polairud, dan relawan lokal. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya