Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah menggelar rapat terbatas lintas kementerian untuk mempercepat penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Sumatra, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, membenarkan bahwa pertemuan tersebut digelar hari ini, Kamis (27/11) dan akan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
“Benar, akan ada rapat tingkat menteri membahas bencana banjir Sumatra, bersama sejumlah gubernur dan bupati terdampak,” ujarnya.
Rapat dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB di Ruang Pusdalops Graha BNPB, Jakarta Timur, dan akan dihadiri kementerian teknis, pimpinan Basarnas, BNPB, BMKG, TNI/Polri, serta kepala daerah.
Forum ini digelar untuk meninjau langkah darurat dan mempercepat distribusi logistik, proses evakuasi, hingga pemulihan awal bagi wilayah yang terdampak cuaca ekstrem selama sepekan terakhir.
Laporan Basarnas menunjukkan sitausi Sumatra banjir bandang dan longsor memberikan dampak besar di Kabupaten Tapanuli Tengah, terutama di kecamatan Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Sibabangun, Tapian Nauli, dan Kolang.
Pada Rabu (26/11) malam, lebih dari 1.902 keluarga terdampak, dan Kecamatan Kolang menjadi wilayah terbesar dengan 1.261 keluarga. Di daerah tersebut, satu keluarga beranggotakan empat orang meninggal akibat tertimbun longsor.
Di Tapanuli Selatan, banjir bandang dan longsor terjadi di Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, dan Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru. Basarnas mencatat enam korban meninggal akibat banjir bandang dan tujuh warga tertimbun longsor di Parsariran, Hapesong Baru.
Sementara itu, di Kota Sibolga, dampak terparah berada di Kecamatan Sibolga Selatan. Delapan warga dinyatakan meninggal dan 21 orang masih hilang berdasarkan laporan posko SAR hingga Rabu malam.
Untuk menampung para pengungsi, Kantor SAR Nias memastikan tiga lokasi telah beroperasi, yakni GOR Pandan di Tapanuli Tengah, SMPN 5 Parombunan di Sibolga, serta RS Bhayangkara Batang Toru dan titik-titik pengungsian desa di Tapanuli Selatan.
Basarnas menegaskan seluruh unsur SAR gabungan telah diterjunkan untuk mempercepat pencarian dan penanganan korban, termasuk TNI/Polri, BPBD, Polairud, dan relawan lokal. (Ant/E-3)
Kemenhut terus melanjutkan operasi pembersihan tumpukan kayu dan material limbah pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra Utara
Universitas Indonesia bersama Universitas Sumatera Utara memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi penyintas banjir bandang di Sumatra Utara
Kemenhut melanjutkan pembersihan tumpukan kayu dan material limbah bencana di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan sejumlah titik terdampak di Sumatra Utara
SKALA kerusakan akibat banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatera tidak sepenuhnya disebabkan oleh cuaca ekstrem, tapi kerusakan lingkungan.
Kemenag akan memberikan perhatian penuh pada kebutuhan logistik serta pemulihan rumah ibadah dan layanan pendidikan pascabencana banjir dan longsor di Aceh
BANJIR besar yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh terus menimbulkan dampak luas bagi ribuan warga.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
Selain pembersihan bangunan, personel juga melakukan normalisasi pada 42 hektare lahan terdampak agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
NASIB korban banjir di Provinsi Aceh hingga Rabu (28/1) belum ada perubahan berarti. Sudah 63 hari para penyintas bencana dahsyat itu masih dipenuhi lumpur dalam rumah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved