Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Longsor di Majenang, Dua Warga Tewas dan 21 Orang Masih Tertimbun

Lilik Darmawan
14/11/2025 07:22
Longsor di Majenang, Dua Warga Tewas dan 21 Orang Masih Tertimbun
Longsor besar di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.(MI/Dok Basarna Cilacap)

HUJAN dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah memicu gerakan tanah dan menimbulkan longsor. Dilaporkan ada dua warga tewas dan 21 lainnya masih tertimbun. 

Pergerakan tanah labil dan menyebabkan longsor besar tersebut terjadi di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying pada Kamis (13/11) sore. 

Kepala BPBD Cilacap, Taryo, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. 

“Curah hujan yang sangat tinggi membuat kontur tanah tidak stabil sehingga longsor menimpa sejumlah rumah warga. Kami langsung melakukan kaji cepat dan penanganan darurat di lokasi,” ujarnya.

Longsor ini menimbun 11 rumah dan menyebabkan total 12 rumah mengalami kerusakan. Dua korban meninggal dunia adalah Julia, 20, dan Maya, 15, keduanya berasal dari Dusun Tarukahan. 

Sebanyak tiga warga mengalami luka ringan masing-masing bernama Maya, Haryanto, dan Andi, sementara tidak ada laporan luka berat. Tercatat 23 jiwa berhasil diselamatkan. 

BPBD mencatat masih ada sekitar 21 orang yang belum ditemukan. Mereka terdiri atas tujuh warga Dusun Tarukahan dan 14 warga Dusun Cibuyut yang seluruhnya masih dalam pencarian.

Taryo menegaskan bahwa proses pencarian dilakukan siang dan malam melibatkan tim gabungan. 

“Kami terus berupaya mempercepat evakuasi karena peluang penyelamatan masih ada. Kerja sama relawan dan warga sangat membantu,” katanya.

Di Dusun Tarukahan terdapat 14 warga terdampak, dengan tujuh orang masih dicari adalah Yuni, Nina, Fani, Fatin, Lilis, Danu dan seorang balita. Dua korban meninggal dunia, yaitu Julia dan Maya, telah dievakuasi.

Sementara itu, di Dusun Cibuyut terdapat 14 warga yang seluruhnya masih dalam pencarian. Mereka adalah Rastum, Rahma, Aca, Cahyanto, Kasri, Zahra, Nilna, Asmanto, Isna, anak Isna, serta Dani bersama istri dan dua anaknya. Hingga saat ini belum ada korban ditemukan di dusun tersebut. Selain itu, ada 16 rumah masuk kategori terancam. 

Taryo menyampaikan bahwa nilai kerusakan masih dalam proses perhitungan. Hingga kini tidak ada fasilitas umum yang dilaporkan rusak, sementara sektor pertanian dan perikanan tidak terdampak.

Wilayah bencana mencakup Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Potensi longsor susulan masih cukup besar mengingat struktur tanah yang labil, sehingga warga diimbau menjauhi area lereng.

“Tim kami terus berada di lapangan untuk melakukan pencarian, evakuasi, serta koordinasi dengan instansi terkait. Warga kami minta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas,” tegas Taryo. 

Sementara Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menyampaikan bahwa setelah menerima laporan kejadian, tim rescue Kantor SAR Cilacap segera diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

“Sesampainya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan aparat setempat dan unsur potensi SAR lainnya, kemudian melakukan asesmen serta menyusun rencana pergerakan selanjutnya,” ujar Priyo.(Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya