Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah memicu gerakan tanah dan menimbulkan longsor. Dilaporkan ada dua warga tewas dan 21 lainnya masih tertimbun.
Pergerakan tanah labil dan menyebabkan longsor besar tersebut terjadi di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying pada Kamis (13/11) sore.
Kepala BPBD Cilacap, Taryo, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
“Curah hujan yang sangat tinggi membuat kontur tanah tidak stabil sehingga longsor menimpa sejumlah rumah warga. Kami langsung melakukan kaji cepat dan penanganan darurat di lokasi,” ujarnya.
Longsor ini menimbun 11 rumah dan menyebabkan total 12 rumah mengalami kerusakan. Dua korban meninggal dunia adalah Julia, 20, dan Maya, 15, keduanya berasal dari Dusun Tarukahan.
Sebanyak tiga warga mengalami luka ringan masing-masing bernama Maya, Haryanto, dan Andi, sementara tidak ada laporan luka berat. Tercatat 23 jiwa berhasil diselamatkan.
BPBD mencatat masih ada sekitar 21 orang yang belum ditemukan. Mereka terdiri atas tujuh warga Dusun Tarukahan dan 14 warga Dusun Cibuyut yang seluruhnya masih dalam pencarian.
Taryo menegaskan bahwa proses pencarian dilakukan siang dan malam melibatkan tim gabungan.
“Kami terus berupaya mempercepat evakuasi karena peluang penyelamatan masih ada. Kerja sama relawan dan warga sangat membantu,” katanya.
Di Dusun Tarukahan terdapat 14 warga terdampak, dengan tujuh orang masih dicari adalah Yuni, Nina, Fani, Fatin, Lilis, Danu dan seorang balita. Dua korban meninggal dunia, yaitu Julia dan Maya, telah dievakuasi.
Sementara itu, di Dusun Cibuyut terdapat 14 warga yang seluruhnya masih dalam pencarian. Mereka adalah Rastum, Rahma, Aca, Cahyanto, Kasri, Zahra, Nilna, Asmanto, Isna, anak Isna, serta Dani bersama istri dan dua anaknya. Hingga saat ini belum ada korban ditemukan di dusun tersebut. Selain itu, ada 16 rumah masuk kategori terancam.
Taryo menyampaikan bahwa nilai kerusakan masih dalam proses perhitungan. Hingga kini tidak ada fasilitas umum yang dilaporkan rusak, sementara sektor pertanian dan perikanan tidak terdampak.
Wilayah bencana mencakup Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Potensi longsor susulan masih cukup besar mengingat struktur tanah yang labil, sehingga warga diimbau menjauhi area lereng.
“Tim kami terus berada di lapangan untuk melakukan pencarian, evakuasi, serta koordinasi dengan instansi terkait. Warga kami minta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas,” tegas Taryo.
Sementara Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menyampaikan bahwa setelah menerima laporan kejadian, tim rescue Kantor SAR Cilacap segera diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
“Sesampainya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan aparat setempat dan unsur potensi SAR lainnya, kemudian melakukan asesmen serta menyusun rencana pergerakan selanjutnya,” ujar Priyo.(Z-1)
AKSI kolektif untuk menjaga lingkungan kembali menunjukkan dampak nyata melalui inisiatif Blibli Tiket Action.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memperkuat berbagai langkah antisipasi menyusul potensi munculnya siklon tropis di selatan Pulau Jawa.
Warga kehilangan akses terhadap makanan dan pendapatan harian akibat terputusnya aktivitas ekonomi.
TIM SAR kembali menemukan dua korban jiwa longsor Cilacap di hari keenam pencarian, Selasa, (18/11). Dengan begitu, berdasarkan data sementara hingga hari keenam operasi pencarian.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) kembali menemukan dua jenazah korban longsor Cilacap.
Di Cilacap tim Baznas membuka dapur air, memberikan layanan medis dasar, serta mendukung logistik kesehatan bagi tim SAR gabungan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved