Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kepulauan Riau mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kabupaten Lingga dan Kota Batam pada Jumat (19/9). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi disertai kilat, petir, serta angin kencang.
Prakirawan BMKG Kepri menyebut kondisi cuaca ekstrem mulai terpantau sejak pukul 05.50 WIB. Sejumlah wilayah di Kabupaten Lingga yang terdampak meliputi Singkep, Lingga, Singkep Barat, Lingga Utara, Singkep Pesisir, Lingga Timur, dan Singkep Selatan.
“Potensi hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 08.00 WIB, dan bisa meluas ke wilayah Senayang, Selayar, serta Kepulauan Posek di Lingga, juga Galang di Kota Batam,” ujar prakirawan BMKG Kepri dalam keterangan tertulis.
Peringatan ini membuat nelayan di Lingga memilih menunda aktivitas melaut. Hasan, 42, nelayan asal Desa Penuba, mengaku sejak subuh sudah melihat tanda-tanda cuaca buruk.
“Langit gelap, petir sudah kelihatan. Kalau dipaksa melaut, risikonya besar. Jadi lebih baik tunggu sampai cuaca benar-benar aman,” katanya.
Hal serupa disampaikan Ahmad, nelayan Singkep Selatan. Menurutnya, gelombang laut dalam beberapa hari terakhir sudah lebih tinggi dari biasanya.
“Kalau ombak besar dan angin kencang, tangkapan ikan juga tidak seberapa. Kami lebih baik berhenti dulu, yang penting selamat,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun di perairan. Informasi terkini terkait perkembangan cuaca dapat dipantau melalui situs resmi BMKG. (H-2)
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
BMKG: hujan sedang yang berlangsung lama atau terjadi berulang dalam waktu berdekatan dapat meningkatkan akumulasi air penyebab banjir.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved