Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pedagang beras di Pasar Pagi, Kota Cirebon, Jawa Barat, kini tidak lagi menjual beras premium kemasan pabrik. Sebabnya, pembeli lebih memilih membeli beras premium yang langsung ditimbang di kios pedagang.
Sikap pembeli tersebut merupakan imbas temuan beras oplosan pada sejumlah merek beras premium. “Pembeli tidak mau lagi membeli beras premium yang dikemas langsung dari pabrik,” tutur Mutiara, salah satu pedagang beras di pasar tersebut, Kamis (24/7).
Pembeli beras premium di kiosnya, menurut Mutiara, memilih untuk membeli beras yang dipajang di kiosnya lalu ditimbang, dimasukkan ke karung dan dijahit. “Semua kami lakukan di kios ini. Jadi pembeli melihat langsung kualitas beras yang mereka beli,” tutur Mutiara. Untuk beras premium di kios milik Mutiara dijual seharga Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu perkilogram. “Tergantung jenis dan kualitas berasnya,” tutur Mutiara.
Sementara itu untuk beras medium, menurut Mutiara, sejak disalurkannya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), ia tidak lagi mendapatkan pasokan beras medium dari penggilingan. “Saya juga ngga tahu alasannya apa,” tuturnya. Menurut Mutiara, sekitar sepekan lalu ia menjual beras medium seharga Rp 14 ribu per kilogram.
Menyinggung beras SPHP, Mutiara mengungkapkan bahwa ia membeli dari gudang Bulog seharga Rp 11 ribu per kilogram. Sedangkan, harga jual ke pembeli yaitu Rp 12.500 per kilogram atau sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.
Untuk penjualan beras SPHP menurut Mutiara saat ini tidak begitu ramai. Penjualan hanya mencapai 2 kuintal sehari. “Padahal biasanya lebih dari itu,” tutur Mutiara. Kondisi dimungkinkan karena masyarakat juga telah mendapatkan distribusi beras bantuan pangan dari pemerintah yang jumlahnya mencapai 20 kilogram untuk penyaluran Juni dan Juli 2025.
Seperti diberitakan sebelumnya, Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon sejak pekan lalu sudah menyalurkan beras SPHP ke dua pasar di Kota Cirebon, yaitu Pasar Pagi dan Pasar Harjamukti. Selain menyalurkan beras SPHP ke pasar, Bulog Cirebon juga menyalurkan bantuan pangan untuk keluarga penerima manfaat di wilayah kerja mereka. (M-1)
Beras premium, medium, hingga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sulit ditemukan di pasar.
FORUM Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menyampaikan keluhan soal kelangkaan beras premium di ritel modern. Ketua FKBI Tulus Abadi menyebut kelangkaan akibat kasus beras oplosan
DINAS Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun menemukan beras tak layak konsumsi beredar di sejumlah toko dan swalayan.
Hingga pertengahan Agustus ini, hasil panenan gabah petani dihargai kisara Rp7450 - Rp7850/kg oleh pengusaha besar.
Pabrik besar cenderung membeli gabah dengan harga lebih tinggi, Rp6.700–Rp7.000 per kilogram, dibanding pabrik kecil yang membeli sekitar Rp6.500.
Pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang mengeluhkan penurunan penjualan antara 20%-50% sejak isu beras oplosan mencuat di publik.
Badan Pangan Nasional menyatakan masyarakat dapat membeli beras Bulog SPHP maksimal lima pak atau 25 kilogram per orang mulai Februari 2026.
KEPUTUSAN pemerintah memperpanjang waktu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2025 hingga 31 Januari 2026 dinilai sebagai langkah strategis.
PEMERINTAH menargetkan kebijakan satu harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional mulai 2026.
PEMERINTAH memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.
Seorang penjual beras di Pasar Mambo, Kabupaten Indramayu, Jana, mengungkapkan saat ini harga beras naik tipis, yaitu Rp200 per kilogram.
DPD dorong Bulog terus meningkatkan penyerapan beras lokal dari petani Kalimantan Tengah, sehingga kemandirian pangan di daerah dapat terwujud.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved