Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGAMPANYEKAN Gerakan Intensif Minum Susu dan Makan Telur Itik (Gerimismatik) dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, membagikan ratusan paket Gerimismatik kepada Ibu Hamil (Bumil) dan Ibu Menyusui (Busui). Tepatnya kepada 100 Balita Resiko Stunting dan 200 Ibu Hamil Resiko Kurang Energi Kronis (KEK) se-Kota Tegal.
Pemberian bingkisan secara simbolis diserahkan langsung Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono yang digelar di Puskesmas Pembantu Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Selasa (15/7).
Dedy Yon menyampaikan bahwa penyaluran paket Gerimismatik dan Gemarikan di Kelurahan Kejambon tersebut, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menurunkan angka stunting di Kota Tegal.
Dedy Yon menyebut stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi menyangkut masa depan anak-anak kita. Berdasarkan data terbaru dari Pemerintah Kota Tegal, angka stunting berada di kisaran 13,8% pada awal tahun 2025.
“Angka ini menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya, namun masih memerlukan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target nasional,” ujar Dedy Yon.
Menurut Dedy Yon, Pemkot Tegal telah melakukan berbagai upaya percepatan penanganan stunting, di antaranya melalui intervensi spesifik seperti pemberian makanan tambahan, tablet tambah darah, imunisasi, dan edukasi gizi kepada ibu hamil dan balita.
“Intervensi sensitif juga dilakukan melalui peningkatan akses air bersih, sanitasi, dan penguatan ekonomi keluarga,” terang Dedy Yon.
Salah satu inovasi yang Pemkot luncurkan saat ini adalah Gerimismatik serta Gemarikan. Kedua gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi ibu hamil dan anak, serta mencegah anemia yang menjadi salah satu faktor risiko stunting.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Dan Ia berharap semoga anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi emas Kota Tegal,” ucap dedy Yon.
Ketua panitia sekaligus Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Tegal, Sirat Mardanus, menyampaikan bahwa maksud dilaksanakan kegiatan tersebut untuk mengkampanyekan pentingnya mengkonsumsi protein hewani yang aman, sehat dan halal sebagai faktor penting dalam pemenuhan gizi terutama pada masa kehamilan dan masa pertumbuhan balita.
“Agar nantinya tumbuh menjadi generasi yang berkualitas. Sekaligus upaya Pemerintah Kota Tegal dalam menurunkan angka stunting di Kota Tegal. (H-1)
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Kondisi ini disebut pitties dan merupakan fenomena adanya benjolan pada ketiak yang muncul ketika jaringan payudara berisi ASI mengalami pembengkakan.
Biasanya, dokter akan memberikan rekomendasi untuk memakai jenis kontrasepsi yang nonhormonal seperti kondom dan IUD.
Seorang perempuan di Filipina mengalami pembengkakan di ketiak yang ternyata jaringan payudara tambahan. Saat menyusui, cairan ASI keluar dari folikel rambutnya.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui antara 12 dan 24 bulan memiliki risiko relatif stabil untuk penyakit kardiovaskular.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved