Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) /Kepala BKKBN Wihaji menyerahkan bantuan nutrisi kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) di RT 08/RW 03, Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Senin (23/6) pagi.
Penyerahan bantuan dilakukan bersama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk. Bantuan nutrisi yang diserahkan terdiri dari telur, beras, kacang hijau, dan minyak goreng diterima oleh Keluarga Kaleb Tefa, 39 dan istrinya, Selfina Juliana Manu, 36, serta anak mereka Angel Tefa berusia 10 bulan dengan berat badan 6,3 kilogram.
Sebelum penyerahan bantuan, Wahaji bersama Wagub NTT Johni Asadoma masuk ke rumah keluarga Tefa yang berdinding pelepah pohon gewang, beratap seng, serta berlantai semen. Rumah keluarga ini terdiri dari tiga ruangan yakni ruang tamu, kamar tidur, dan dapur.
"Mau minta bantuan apa? Sekarang ada kasur?," tanya Menteri Wihaji kepada Kaleb Tefa.
"Terima kasih, Bapak Menteri sudah memberikan bantuan sanitasi," jawab Kaleb Tefa merujuk pada sebuah sebuah jamban yang dibangun di belakang rumah.
Selanjutnya, Menteri Wihaji memberikan bantuan uang tunai untuk membeli kebutuhan anak mereka. Kepada Kaleb Tefa, Wagub NTT Johni Asadoma minta agar bantuan dari menteri dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan rumah tangga dan anak-anak. "Jangan digunakan untuk membeli minuman keras dan rokok," kata Johni.
Kondisi stunting di wilayah tersebut diungkap oleh Bidan Puskesmas Ba'a, Erni Krowin. Menurutnya, di Kelurahan Namodale saja, terdapat sembilan kasus stunting dan sembilan kasus gizi kurang.
Lima ibu hamil juga mengalami kurang energi kronis. Kendala utama dalam penanganan stunting adalah rendahnya kesadaran gizi keluarga, khususnya terkait konsumsi protein hewani seperti ikan, meskipun wilayah tersebut dekat dengan laut.
Dalam kesempatan itu, hadir Pendamping Gizi Puskesmas Ba'a Yustin Suk yang bertanggung jawab atas dua desa dan satu kelurahan di Kecamatan Lobalain. Ia mencatat dari sekitar 400 anak, terdapat sekitar 40 anak yang mengalami stunting, dengan rincian 8 anak di Namodale dan 23 anak di Desa Helebeik dan sisanya di Desa Sanggaoen.
"Intervensi yang dilakukan meliputi penyuluhan, kunjungan rumah, dan pemberian makanan tambahan (PMT)," ujarnya.
Yustina mengatakan, upaya untuk meningkatkan gizi anak-anak dan mengatasi stunting terus dilakukan dengan fokus pada edukasi gizi dan peningkatan akses terhadap makanan bergizi. (PO/E-4)
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Mendukbangga Wihaji mengeluarkan surat edaran (SE) memperkuat peran ayah mengambil rapor di sekolah. Sebab, menurutnya sekita 25% anak di Indonesia tumbuh tanpa ayah atau fatherless
Isu kependudukan tidak hanya menjadi isu negara berkembang, namun juga menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh negara maju.
KEMENTERIAN Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri sebelumnya dijadwalkan menyaksikan proses distribusi Makan Bergizi Geratis (MBG) di Posyandu Lamahora Barat II, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Kemendukbangga akan berkolaborasi dengan Kemensos terkait integrasi data keluarga berisiko stunting sehingga intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved