Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus Fajar Firdawati menggantikan peran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Mendukbangga/KepalaBKKBN) Wihaji yang gagal melawat ke Lembata karena terhalang erupsi dua gunung nerapi.
Menteri sebelumnya dijadwalkan menyaksikan proses distribusi Makan Bergizi Geratis (MBG) di Posyandu Lamahora Barat II, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Kemudian Menteri juga dijadwalkan menyerahkan bantuan kepada keluarga nerisiko stunting, serta memantau pelaksanaan program Lansia Berdaya di Lamahora Timur. Rombongan juga memantau pelayanan KB di Puskesmas Kota Lewoleba, program untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui jarak Kelahiran. Namun rencana tersebut terpaksa ditangguhkan karena menteri dan rombongan gagal mendarat di Bandara Wunopito Lewoleba di Kabupaten Lembata, maupun di Bandara Gewatan Tanah di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
Meski tidak dihadiri menteri, kunjungan hingga penyerahan bantuan tetap terlaksana diwakili oleh Direktur yang sudah lebih dahulu tiba di Lembata.
Dari pantauan Media Indonesia, Selasa (24/6), proses distribusi MBG di Posyandu Lamahora Barat II, Kecamatan Nubatukan, pun akhirnya disaksikan oleh Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus Fajar Firdawati.
Nampak Bupati Lembata Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati Mohamad Nasir, serta rombongan Forkopimda Lembata, menemani Direktur dalam lawatan ke empat titik di dalam Kota Lewoleba.
Distribusi Makan Bergizi Geratis (MBG) yang dilakukan hari ini ditujukan kepada 81 penerima Sasaran di Posyandu Lamahora Barat II, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, pun terpantau berjalan lancar.
Menu maupun proses penyaluran MBG terpantau lancar. Tampak distribusi MBG diberikan kepada nayi balita sebanyak 70, menyusui enam orang dan ibu hamil lima orang.
Menu yang disajikan pun lengkap, mulai nasi, sayuran, daging serta buah buahan. Ironisnya, distribusi Makan Bergizi Geratis itu seharusnya disaksikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Mendukbangga/KepalaBKKBN) Wihaji ternodai keluhan adanya sehelai rambut yang ditemukan di dalam nasi.
Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus Fajar Firdawati kepada wartawan di Lembata menjelaskan, tujuan menteri datang ke Lembata adalah untuk memantau program, seperti pemberian makan gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi balita.
"Pak Menteri ingin melihat apakah sudah berjalan program ini, karena kita Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) ada 10% dari target MBG adalah untuk 3B, ibu hamil, menyusui, dan anak non-PAUD," ujar Firdawati.
Ia menjelaskan, pemberian MBG ini untuk pencegahan stunting.
"Kita tahu bersama bahwa stunting harus dicegah agar anak-anak kita dapat menjadi generasi emas 2045," ujar Firdawati.
Kemudian, kata Firdawati, Menteri juga sebenarnya akan memberi bantuan kepada keluarga berisiko stunting dan melihat program Lansia Berdaya.
"Umur harapan hidup kita sudah membaik, usia lansia kita juga semakin banyak. Nah, bagaimana lansia kita tetap berdaya, menjadi produktif," ujar Firdawati.
"Kita juga ada pelayanan KB dari Puskesmas, itu program kita untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui jarak kelahiran," pungkasnya. (PT/E-4)
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved