Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Jawa Tengah selama libur Lebaran 2025 untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang pasang air laut maksimum yang diperkirakan terjadi pada 3–5 April.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan bahwa tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah, khususnya di wilayah Cilacap, Kebumen, dan Purworejo, dalam beberapa hari ke depan diperkirakan berada dalam kategori sedang, yakni berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter.
"Saat ini, kita tengah memasuki fase bulan baru, di mana posisi bulan, bumi, dan matahari sejajar. Kondisi ini menyebabkan gaya gravitasi bulan dan matahari saling memperkuat, sehingga berpotensi meningkatkan pasang air laut," ujar Teguh.
Menurutnya, wisatawan yang berada di pantai selatan Jawa Tengah diimbau untuk berhati-hati terhadap pasang air laut maksimum pada 3–5 April, meskipun waktu terjadinya pasang berbeda-beda di setiap lokasi.
Pada Kamis (3/4), pasang air laut diperkirakan mencapai 1,2 meter pada pukul 08.00 WIB, kemudian meningkat menjadi 1,6 meter pukul 09.00 WIB, 2 meter pukul 10.00 WIB, dan mencapai puncaknya pada pukul 11.00–12.00 WIB dengan ketinggian 2,1 meter.
Setelah itu, air laut berangsur surut hingga pukul 17.00–18.00 WIB sebelum kembali mengalami pasang maksimum setinggi 1,5 meter pada tengah malam.
Sementara itu, pada Jumat (4/4), pasang air laut diprediksi mencapai 1 meter pukul 08.00 WIB, kemudian meningkat menjadi 1,4 meter pukul 09.00 WIB, 1,7 meter pukul 10.00 WIB, dan mencapai puncak ketinggian 2 meter pukul 12.00 WIB sebelum berangsur surut hingga pukul 18.00–19.00 WIB. Pasang kembali terjadi pada malam hari dan mencapai maksimum 1,3 meter pukul 24.00 WIB.
Pada Sabtu (5/4), pasang air laut diprakirakan mencapai 1,2 meter pukul 09.00 WIB, lalu naik menjadi 1,4 meter pukul 10.00 WIB, 1,7 meter pukul 11.00 WIB, dan mencapai puncak 1,8 meter pukul 12.00–13.00 WIB sebelum kembali surut hingga pukul 19.00–20.00 WIB. Air laut kemudian mengalami pasang kembali dengan ketinggian maksimum 1,1 meter pada tengah malam.
Teguh menambahkan bahwa pasang maksimum berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan dapat menyebabkan rob di beberapa wilayah pesisir.
"Kami mengimbau wisatawan untuk tidak bermain air atau berenang di pantai guna menghindari risiko yang tidak diinginkan, terutama saat pasang maksimum terjadi," tegasnya. (H-3)
Bencana itu juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum, termasuk Jalan Jerambah sepanjang 100 meter yang hancur diterjang air.
Dua hari terakhir kembali terjadi gelombang pasang. Biasanya gelombang pasang terjadi pada malam.
WARGA pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih mewaspadai potensi gelombang pasang. Kekhawatiran itu menyusul terjadinya banjir rob pada Rabu (16/10).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengumumkan status waspada banjir pesisir di wilayah Jakarta bagian utara. Ancaman tersebut berlangsung selama 16-23 Juli 2024.
Gelombang pasang setinggi 3 meter menerjang Desa Udiwodowatu, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat dan angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi terjadi di berbagai darah disertai hujan badai dan gelombang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved