Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG pasang setinggi 3 meter menerjang Desa Udiwodowatu, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibat gelombang pasang ini, jalan antarkecamatan putus total.
Gelombang pasang terjadi sekitar pukul 08.45 Wita di Pantai Maundai, Dusun 4, Desa Udiwodowatu. Gelombang pasang sejauh 15 meter tersebut membuat 3 kios, beberapa perahu nelayan, serta 2 warung makan yang berada di pinggir pantai mengalami rusak berat.
Jalan antara Kecamatan Keo Tengah dan Kecamatan Nangaroro juga mengalami putus total. Ini akibat air laut sampai ke badan jalan yang membawa material berupa pasir dan batu menutupi hingga merusak badan jalan.
Baca juga : Lima Desa di NTT Lumpuh akibat Banjir Tinggi
Selain itu, karena gelombang pasang ini, material bangunan kios warga serta beberapa perahu nelayan juga menutupi badan jalan sehingga jalan antarkecamatan tidak bisa dilalui. Sayangnya, hingga kini petugas BPBD atau aparat pemerintah dari kabupaten belum berada di lokasi bencana.
Menurut Kepala Desa Udiwodowatu, Ludgerdus Sale Dando, kerugian ditaksir sekitar Rp50 juta. "Sampai kini BPBD belum turun. Mereka masih minta kami buat laporan," katanya.
Gelombang pasang sempat membuat warga panik karena datang secara tiba-tiba menghempas garis pantai sepanjang 200 meter. Belum ada laporan korban jiwa.
Namun gelombang pasang masih terjadi hingga kini. Warga mengharapkan ada ekskavator untuk membersihkan material.
"Yang rusak seperti kios dan lapak jual ikan serta perahu nelayan yang sampai badan jalan. Ada satu rumah gubuk seorang nenek tinggal pakaian di badan. BPBD belum turun," ungkap Eugenius Ame, Kepala Dusun 1 Desa Udiwodowatu. (Z-2)
Jumlah kasus meningkat karena masifnya sosialiasasi dan pendampingan tim UPTD PPA sehingga korban berani melaporkan tindak kekerasan yang dialami.
Pemerintah mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada 8 September lalu dengan memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan.
BPBD mencatat total kerugian akibat banjir dan longsor di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditaksir mencapai Rp90, 69 Miliar.
Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat bencana.
Tim terus berupaya mencari korban yang masih hilang dengan mengerahkan tiga unit ekskavator untuk menggali material banjir serta drone thermal untuk pemantauan udara.
“Ketiganya ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka yang belum sepenuhnya tersapu banjir,”
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
USAI meninggalnya seorang anak di Kabupaten Ngada, Polri menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah ke sejumlah wilayah terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT).
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri (Yonif) TP 877/Biinmaffo di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Kepala Stasiun Meteorologi El .Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat
HARI Studi dan HUT ke-50+1 Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved