Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (8/9) sore telah mengguncang kehidupan masyarakat di 13 desa. Kecamatan Mauponggo menjadi wilayah dengan dampak paling besar.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan aliran air dari perbukitan meluap deras ke pemukiman warga, menyapu desa-desa yang berada di jalur banjir. Hingga kini berbagai upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh pemerintah daerah.
Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Retail Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Fuel Terminal Ende hadir menyalurkan bantuan pada Jumat (12/9).
Bantuan yang disalurkan berupa Pakaian, Ember Bak, Mainan Anak, Mie Instan, Beras, Air mineral, Minyak, Profil Tank 550 liter dan Obat-obatan untuk para pengungsi. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Nagekeo Oswaldus Dhoi untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat bencana. Kehadiran Pertamina di tengah masyarakat tidak hanya sebatas penyedia energi, melainkan juga mitra yang siap bersinergi dalam meringankan beban masyarakat di masa sulit.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menegaskan bahwa Pertamina selalu berupaya untuk merespons cepat situasi bencana.
“Pertamina Patra Niaga terus bersinergi dengan berbagai instansi dan Pertamina Group untuk melakukan koordinasi dan memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat. Kehadiran kami di Kabupaten Nagekeo adalah bagian dari komitmen Pertamina dalam membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir bandang ini,” ujar Ahad, Sabtu (13/9) malam.
Pertamina berharap dukungan yang diberikan dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.
Dengan semangat gotong royong, Pertamina meyakini bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan dunia usaha akan mempercepat proses bangkitnya kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nagekeo. (H-1)
Jumlah kasus meningkat karena masifnya sosialiasasi dan pendampingan tim UPTD PPA sehingga korban berani melaporkan tindak kekerasan yang dialami.
Pemerintah mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada 8 September lalu dengan memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan.
BPBD mencatat total kerugian akibat banjir dan longsor di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditaksir mencapai Rp90, 69 Miliar.
Tim terus berupaya mencari korban yang masih hilang dengan mengerahkan tiga unit ekskavator untuk menggali material banjir serta drone thermal untuk pemantauan udara.
“Ketiganya ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka yang belum sepenuhnya tersapu banjir,”
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved