Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG puasa Ramadan, harga barang kebutuhan pokok di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah kembali meningkat, pemerintah daerah mulai mengelar pasar murah untuk dapat menstabilkan harga tang Kuan mencekik.
Pemantauan Media Indonesia Selasa (25/2) harga berbagai kebutuhan pokok semakin meningkat di sejumlah pasar tradisional di Pantura Jawa Tengah seperti Grogolan (Pekalongan), Batang, Weleri (Kendal), Johar dan MAJT (Kota Semarang), Projo dan Ungaran (Kabupaten Semarang), Sayung dan Bintoro (Demak) serta Pasar Kliwon (Kudus).
Harga beras jelas medium yang sebelumnya Rp11.000&Rp12.000 per kilogram naik Rp12.500-Rp14.000 per kilogram, telur ayam ras sebelumnya Rp26.000 naik Rp28.000 dan baik lagi menjadi Rp29.000 per kilogram, bawang putih dari sebelumnya Rp38.009 baik Rp40.000 dan baik lagi menjadi Rp42.000 per kilogram, harga bawang merah merangkak dari Rp22.000, Rp25.000, Rp32.090 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Demikian juga dengan harga minyak goreng curah dari Rp17.000 per liter menjadi Rp18.000 per liter, cabai dari sebelumnya masih berkisar Rp60.000-Rp70.000 per kilogram naik menjadi Rp80.000 per kilogram, gula pasir dari sebelumnya Rp17.000 per kilogram menjadi Rp18.000 per kilogram. "Naik semua harga, jual hari ini tidak bisa untuk modal jualan berikutnya," ujar Amin,45, pedagang sembako di Pasar Grogolan, Pekalongan.
Hal serupa diungkapkan Nana,51, pedagang bawang di Pasar MAJT Kota Semarang bahwa semakin dekat dengan puasa Ramadan harga terus naik hingga membuat kewalahan para pedagang, karena pembeli banyak berpedoman harga sehari sebelumnya, meskipun untuk pembelian di tingkat petani juga terus naik termasuk biaya transportasi akibat hujan setiap hari.
Pedagang lainnya Sumini,40, di pedagang sembako di Pasar Bintoro Demak mengaku kewalahan dengan kenaikan harga terjadi saat ini, karena dampaknya banyak pembeli yang mengurangi belanja dibanding biasanya. "Kita ambil untung sedikit yang penting laku banyak, tetapi kini pembeli mengurangi belanja jadi terasa berat," imbuhnya.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Bambang Pramusinto membenarkan adanya kenaikan harga untuk beberapa jenis barang kebutuhan meskipun tidak drastis, namun mengantisipasi terjadinya lonjakan akibat meningkatnya kebutuhan warga jelang Ramadan ini meminta agar para pedagang di sejumlah pasar tradisional tidak melakukan penaikan harga di luar kewajaran.
"Kalau ada satu dua pasar yang ada kenaikan harga cukup drastis, kami langsung tindaklanjuti dan kami menyampaikan ke seluruh pedagang agar tidak memanfaatkan momentum Ramadan dengan menaikan harga di luar kewajaran," kata Bambang Pramusinto.
Sementara itu dalam rangka menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bappanas) bekerjasama dengan Perum Bulog, dan Pemerintah Daerah setempat menggelar Operasi Pasar Pangan Murah (OPM) di Kota Pekalongan yang berpusat di Kantor Pos Kota Pekalongan.
Deputi Executive General Manager Kantor Pos Pekalongan Seno Adi Agung Nugroho mengungkapkan pelaksanaan OPM tersebut, telah disiapkan lokasi dengan barang kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) dikirim dari Perum Bulog dan para mitranya berlangsung setiap hari mulai 24 Februari hingga 29 Maret 2025 mendatang. "Kami menjual kepokmas tersebut sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET)," ujarnya .
Setiap harinya dalam kegiatan OPM ini, lanjut Seno Adi Agung Nugroho, menyediakan 1 ton beras, 1 ton gula pasir, 12.000 liter minyak goreng, daging kerbau beku, daging ayam ras beku, bawang putih, bawang merah, cabai, telur dan lain-lain dengan harga di bawah pasaran seperti beras SPHP kemasan 5 kg sebesar Rp60.000, minyakita harga Rp14.700 per liter, bawang putih Rp32.000 per kilogram, daging kerbau beku Rp75.000 per kilogram, daging ayam ras beku Rp34.000 per kilogram dan gula Rp15.000 per kilogram.
Di Kabupaten Batang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) juga mengejar pasar murah dengan menyiapkan 300 paket sembako dan produk UMKM, hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok juga untuk pemberdayaan ekonomi perempuan, inovatif, inklusif, dan kolaboratif menuju Indonesia Emas.
“Paket Sembako berisi beras 2,5 kg, Minyak Goreng 1 Liter, Gula, dan Telur 1 Pack yang dijual dengan harga Rp50 ribu,” kata Ketua DPC IWAPI Batang Yulia Nurhayati Asror. (H-1)
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Suplai daging sapi di dalam negeri saat ini masih didominasi dari sapi lokal. Sapi lokal disebut memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia antara 40% hingga 70%.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg.
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai rawit merah yang sebelumnya menembus kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Bulan ini diprediksi terdapat panen cabai merah sekitar 14.496 ton yang tersebar di Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Bandung Barat.
Pemerintah Kota Banda Aceh bersama PT Pertamina (Persero) menggelar operasi pasar gas bersubsidi dengan menyediakan 2.000 tabung.
Pemprov Kalteng menggelar pasar murah di seluruh kabupaten dan kota sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved