Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANALIS kebijakan pangan Syaiful Bahari mewanti-wanti adanya oknum nakal yang menimbun pangan bahan pokok (bapok) menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1446 Hijriah. Pihak yang tidak bertanggung jawab akan dengan sengaja menumpuk barang untuk mencari keuntungan dengan menaikkan harga bapok.
"Memang ada pelaku usaha yang dengan sengaja menimbun barang untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Ini yang mesti diperhatikan," ujarnya kepada Media Indonesia, Senin (24/2).
Ia mencontohkan kelangkaan MinyaKita di pasaran bukan karena stok kebutuhan pokok tersebut menipis. Melainkan diduga ada keterlibatan oknum yang menimbun Minyakita dan membuat harga barang itu terkerek naik.
"Sebenarnya barang itu suplainya cukup dan tidak ada gangguan produksi maupun distribusi. Tetapi, kenapa Minyakkita harga eceran tertinggi sampai dinaikkan? Ini yang perlu dikaji," tegasnya.
Sementara, Syaiful berpandangan banyak indikator yang menyebabkan tingginya harga beras di pasaran. Utamanya karena ada permintaan dan suplai yang tidak berimbang. Sebagian besar penggilingan padi kecil menengah dikatakan tidak mampu memproduksi beras dengan harga yang wajar. Ini karena harga eceran tertinggi (HET) beras di masyarakat dibatasi di tengah kenaikan harga gabah. Pemerintah sendiri telah menetapkan harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram (kg), naik dari sebelumnya Rp6.000 per kg.
"Mereka harus membeli gabah dengan harga Rp6.500 per kg. Tetapi, di sisi lain HET beras medium jutru dibatasi. Ini yang membuat industri penggilingan padi tertekan," jelasnya.
Terkait langkah pemerintah yang melakukan operasi pasar pangan murah jelang Ramadan, dinilai tidak cukup efektif membantu masyarakat. Hal tersebut karena bersifat sementara. Menurut Syaiful, ada gap antara permintaan dan produksi bahan pangan atau pokok selama ini.
"Lalu, rantai logistik yang tidak efisien, dan hambatan regulasi sendiri terkait pangan impor," terangnya.
Ia menegaskan operasi pasar pangan murah bukan strategi utama dalam mengatasi fluktuasi pangan. Perlu ada langkah-langkah komprehensif seperti optimalisasi penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke daerah-daerah dengan harga tinggi, lalu memfasilitasi distribusi pangan dari daerah surplus ke defisit, dan lainnya. (H-2)
TPID DIY dan Bupati Gunungkidul pantau harga sembako di Pasar Semin. Cabai rawit merah tembus Rp80.000. Simak skenario intervensi dan daftar harga terbaru.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara memerketat pengawasan harga dan menggencarkan operasi pasar menjelang Idulfitri 2026.
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai rawit merah yang sebelumnya menembus kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Bulan ini diprediksi terdapat panen cabai merah sekitar 14.496 ton yang tersebar di Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Bandung Barat.
SUKU Dinas Sosial Jakarta Selatan menyampaikan bahwa anggapan besarnya peluang ekonomi di Ibu Kota menjadi salah satu pemicu kedatangan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Tjandra Yoga Aditama (PDPI) mengungkap alasan mengapa Ramadan adalah waktu terbaik berhenti merokok. Simak 7 tips medis untuk lepas dari kecanduan.
Leeds United angkat bicara terkait aksi ejekan suporter saat jeda Ramadan di laga melawan Man City. Manajer Daniel Farke sebut adanya kesalahpahaman di stadion.
Dalam semangat kepedulian di bulan suci Ramadan, Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) menggelar kegiatan sosial bertajuk Berbagi Tanpa Batas.
Syekh Abdul Muhyi merupakan ulama penyebar Islam di kawasan Pamijahan Tasikmalaya, Jawa Barat, dan sekitarnya.
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved