Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DIGUYUR hujan lebat sejumlah kawasan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (17/2) dilanda banjir dengan ketinggian air 20-50 sentimeter. Satu jembatan juga runtuh akibat banjir. Akibatnya, warga terpaksa menempuh rute jalan lain hingga 5 kilometer.
Pemantauan Media Indonesia, sejak Senin (17/2) siang, hujan deras mengguyur sejumlah daerah di pantura Jawa Tengah mengakibatkan banjir setinggi lutut orang dewasa kembali merendam sejumlah kawasan dan jalan utama di Kabupaten Pati. Aktivitas warga dan transportasi pun terganggu. Jembatan yang runtuh berada di Desa Palemgede, Pucawangi, Pati.
"Hujan baru dua jam berlangsung, jalan perkotaan dan jalan perkampungan sudah terendam banjir hingga mencapai 50 sentimeter," kata Surya, 40, warga Kelurahan Kranggan, Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati.
Hal serupa juga diungkapkan Andik, 35, warga Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, bahwa akibat guyuran hujan lebat mengakibatkan sungai di Desa Sinoman meluber, sehingga desa mulai terendam. Bahkan, warga sekarang ini khawatir tanggul sungai kembali jebol hingga mengakibatkan banjir lebih besar.
Sekretaris Desa Pelemgede, Kecamatan Puncakwangi, Kabupaten Pati, Turoyo, mengatakan hujan lebat sejak Minggu (16/2) malam mengguyur sejumlah kecamatan di Pati, sehingga banjir terjadi dimana-mana. Hal itu berdampak pada meningkatnya volume air sungai yang mengalir cukup deras mengakibatkan jembatan penghubung Kecanatan Puncakwangi-Pati Kota runtuh.
Runtuhnya jembatan penghubung ini, ungkap Turoyo, diduga karena banyak sampah yang menumpuk terhalang pilar jembatan, sehingga ketika gelontoran air cukup deras tidak mampu lagi tertahan dan jembatan akhirnya runtuh pada Minggu dini hari.
"Warga terutama anak sekolah terpaksa memutar 5 kilometer agar sampai sekolahan," imbuhnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan sejak hujan lebat mulai mengguyur daerah di pantura ini, seluruh petugas gabungan tejah disiagakan, termasuk seluruh peralatan yang dibutuhkan seperti perahu karet jika harus dilakukan evakuasi terhadap warga terdampak.
Banjir diduga akibat meluapnya sejumlah sungai dan drainase yang tidak lancar, lanjut Martinus, juga sedang diatasi oleh instansi terkait agar air dapat mengalir ke lancar terutama di jajan perkotaan. "Kita masih lakukan pemantauan, bahkan logistik juga telah siap termasuk lokasi pengungsian jika diperlukan," tambahnya. (AS/E-4)
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Hujan lebat mengguyur kawasan Gunung Muria sejak Selasa (27/1) mengakibatkan 50 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Pati kembali dilanda banjir dengan ketinggian 50-100 sentimeter.
Lahan persawahan di Jepara mengalami puso terparah yakni di Kecamatan Kalinyamatan seluas 742 hektare dan Kecamatan Pecangaan sektas 350 hektare.
Banjir di Kabupaten Kudus hingga Minggu (25/1) juga masih merendam 9 desa di 4 kecamatan antara lain Desa Karangrowo, Ngemplak, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Payaman.
Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak banjir serta tingginya potensi bencana susulan.
Kerugian ditimbulkan akibat bencana banjir di Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1) hingga Minggu (18/1) mencapai Rp637,5 miliar,
Untuk membangun jembatan permanen yang representatif, diperlukan anggaran mencapai Rp80 miliar. Sementara itu, kemampuan APBD Kabupaten Lampung Timur hanya Rp18,99 miliar.
Jembatan yang putus menghubungkan Dusun Mempiu Desa Cerucuk dengan Dusun Air Mungkui Desa Bulu Tumbang.
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan progres kinerja Satuan Tugas (Satgas) Jembatan pada Presiden Prabowo Subianto.
Ada 11 jembatan yang rusak terdampak banjir bandang meluapnya aliran Sungai Cimandiri
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved