Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Viral Siswa Seberangi Sungai dengan Perahu, Bupati Lampung Timur Janjikan Jembatan Gantung Tahun Ini

Basuki Eka Purnama
02/2/2026 10:05
Viral Siswa Seberangi Sungai dengan Perahu, Bupati Lampung Timur Janjikan Jembatan Gantung Tahun Ini
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah (kanan)(MI/HO)

VIDEO perjuangan pelajar dan warga Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil, memantik respons cepat dari Pemerintah Kabupaten. Kondisi yang dinilai membahayakan keselamatan tersebut menjadi atensi serius Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah.

Bupati Ela menegaskan bahwa pihaknya telah berulang kali meninjau lokasi dan menyadari risiko besar yang dihadapi anak-anak sekolah setiap harinya. 

Ia memastikan bahwa serangkaian langkah konkret tengah diambil agar akses penyeberangan yang layak bisa segera terwujud.

"Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran," ujar Bupati Ela saat diwawancarai, Minggu (1/2).

Kendala Anggaran dan Koordinasi Pusat

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sebenarnya telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan skema bantuan presiden sejak beberapa tahun lalu. Namun, realisasi terhambat karena besarnya biaya yang dibutuhkan.

Untuk membangun jembatan permanen yang representatif, diperlukan anggaran mencapai Rp80 miliar. Sementara itu, kemampuan APBD Kabupaten Lampung Timur saat ini baru bisa mengalokasikan sekitar Rp18,99 miliar.

"Tapi kembali lagi, sampai saat ini pembangunan itu belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran," lanjutnya.

Solusi Jangka Pendek: Jembatan Merah Putih

Sebagai langkah afirmasi di tengah urgensi keselamatan warga, Pemkab Lampung Timur mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih. Langkah ini mulai menunjukkan progres positif setelah pihak Kodim, Kodam, serta Kementerian Pekerjaan Umum turun langsung ke lapangan.

Jembatan gantung ini direncanakan mulai dibangun oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) pun telah dijadwalkan untuk melakukan pengukuran teknis di lokasi.

“BPJN sudah berkoordinasi dan besok akan turun untuk mengukur lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat berisiko,” tegas Ela.

Penanganan Banjir dan Tanggul

Selain jembatan, Bupati Ela menekankan pentingnya perbaikan tanggul sungai secara menyeluruh. 

Menurutnya, masalah di wilayah Way Bungur dan Purbolinggo berkaitan erat dengan kondisi tanggul yang pendek dan rapuh, sehingga kerap menyebabkan banjir dan longsor saat hujan deras.

Pembangunan jembatan permanen ke depan akan didahului dengan penyusunan feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) yang matang. 

Hal ini bertujuan agar konstruksi jembatan nantinya benar-benar aman, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan sistem pengendalian banjir di wilayah tersebut. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya