Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa LPG bersubsidi ukuran 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga pra-sejahtera, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran.
Kebijakan ini sesuai dengan aturan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sebagai langkah memastikan distribusi yang lebih tepat sasaran, pemerintah mewajibkan konsumen LPG 3 kg terdaftar dalam sistem berbasis data dan melakukan pembelian menggunakan KTP.
Aturan ini tertuang dalam Peraturan Dirjen Migas dan Surat Edaran Direktur Jenderal Migas No. B-24461/MG.05/DJM/2022.
Empat Golongan Berhak Menerima LPG 3 Kg
1. Rumah Tangga Pra-Sejahtera – Keluarga berpenghasilan rendah yang terdaftar dalam sistem subsidi pemerintah.
2. Usaha Mikro – Usaha berskala kecil seperti pedagang kaki lima, warung makan kecil, dan UMKM dengan kebutuhan LPG terbatas.
3. Nelayan Sasaran – Nelayan dengan kapal maksimal 5 Gross Tonnage (GT) yang menggunakan LPG untuk operasional.
4. Petani Sasaran – Petani dengan lahan maksimal 2 hektare yang memanfaatkan LPG untuk pengeringan hasil pertanian dan kebutuhan lainnya.
Golongan yang Tidak Berhak Menggunakan LPG 3 Kg
Sebanyak delapan golongan usaha tidak diperkenankan menggunakan LPG bersubsidi, yaitu: usaha hotel, restoran, binatu/laundry, usaha tani tembakau, usaha peternakan, usaha batik, usaha jasa las, usaha pertanian (di luar ketentuan Perpres No. 38 Tahun 2019 dan yang belum melakukan konversi).
Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan distribusi LPG 3 kg tepat sasaran.
Pengawasan dilakukan melalui sistem pencatatan digital dan edukasi kepada masyarakat tentang hak serta kewajiban dalam penggunaan LPG subsidi.
Dalam aspek penegakan aturan, Pertamina bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Daerah (Pemda).
APH bertugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Pemda dan Pertamina terhadap agen serta pangkalan untuk memastikan kepatuhan distribusi.
APH juga dapat menindak tegas pelaku penyalahgunaan, termasuk pengoplos LPG subsidi.
Sementara itu, Pemda berperan mengawasi dan memastikan distribusi LPG 3 kg sesuai data penerima subsidi di wilayahnya.
Pemda juga berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas dalam pembinaan agen serta pangkalan LPG, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan LPG subsidi.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa Pertamina berkomitmen menjalankan kebijakan pemerintah dalam distribusi energi bersubsidi.
“Kami terus melakukan sosialisasi dan monitoring bersama pemerintah daerah serta Hiswana Migas agar distribusi LPG 3 kg sesuai peruntukannya,” terangnya dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia di Palu, Selasa (28/1).
Menurutnya, peran APH dan Pemda sangat penting dalam pengawasan distribusi, sehingga LPG subsidi benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak. “Jika ditemukan penyalahgunaan, kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menindaklanjutinya,” tegas Fahrougi.
Ia juga mengimbau masyarakat yang berhak menerima subsidi untuk mendaftar di pangkalan resmi sesuai mekanisme yang ditetapkan. “Konsumen yang merasa ragu atau menemukan penyalahgunaan dapat melaporkan kepada agen, pangkalan resmi, atau melalui layanan pengaduan Pertamina Call Center 135,” tandas Fahrougi. (S-1)
GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terus memperketat pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA), khususnya di kawasan industri strategis seperti Morowali.
KANTOR Imigrasi kelas I TPI Palu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Buol dan Konsulat Filipina untuk menangani 15 warga negara Filipina yang terdampar di perairan Buol, Sulawesi Tengah.
Gubernur menargetkan Desa Nupabomba sebagai pilot project.
Pada pelaksanaannya, program ini menetapkan tujuh daerah sebagai prioritas pembangunan.
Brimob tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial
Operasi timpora juga digelar di Kecamatan Kulawi, Sigi, untuk mengantisipasi aktivitas pembangunan PLTA.
Pertamina pun menegaskan telah mempersiapkan stok BBM dan LPG jauh hari sebelum perang Israel-Amerika lawan Iran.
Pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz.
Kuota sebanyak 5.000 peserta sudah terpenuhi hanya dalam enam jam sejak dibukanya pendaftaran pada 3 Maret 2026.
Program Bengkel Persiapan Mudik akan dimulai pada 6–7 Maret 2026, sementara Bengkel Siaga Mudik beroperasi pada 14–20 Maret 2026 di berbagai titik Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal perjalanan masyarakat Indonesia dalam menyambut hari raya Idulfitri 1447 H.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut upaya diplomasi tengah dilakukan untuk mengeluarkan dua kapal tanker milik PIS yang saat ini berada di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved