Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama libur nasional Isra Miraj dan Imlek, PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan tambahan fakultatif gas elpiji 3 kilogram (kg) secara nasional dengan total lebih dari 9 juta tabung.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari menuturkan konsumsi atau permintaan atas kebutuhan elpiji 3 kg pada libur panjang ini sedang tinggi. Sehingga, penyaluran tambahan komoditas energi tersebut sebagai bentuk antisipasi kelangkaan stok elpiji 3 kg di berbagai wilayah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi Pertamina yang telah menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/1).
Heppy menambahkan Pertamina juga meminta pangkalan elpiji 3 kg untuk memprioritaskan pembelian dari rumah tangga guna memastikan distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran.
Tidak hanya gas elpiji subsidi, pihaknya juga menyediakan gas elpiji non-subsidi seperti Bright Gas di berbagai outlet resmi dan modern, termasuk layanan antar Pertamina Delivery Service (PDS). "Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir", pungkas Heppy.
Jika masyarakat mengalami kendala terkait LPG atau ingin memesan layanan antar LPG Bright Gas, masyarakat dapat menghubungi Pertamina call center 135. (S-1)
Salah satu alasan pembuatan aturan baru LPG 3 kg adalah karena, saat ini, tidak ada aturan yang melarang pembelian bahan bakar itu oleh masyarakat mampu.
PERTAMINA Patra Niaga bersama Bank Indonesia berkolaborasi menerapkan sistem pembayaran digital QRIS di pangkalan gas elpiji 3 kg.
Pernyataan berbeda antara Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM soal besaran subsidi LPG 3 kg menyoroti perbedaan metode perhitungan antara proyeksi anggaran dan harga riil pasar, yang berpotensi memengaruhi akurasi kebijakan energi pemerintah.
Pelaku UMKM serta ibu rumah tangga di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram (kg) di pengecer dan pangkalan.
PT Pertamina Patra Niaga menyoroti maraknya informasi keliru mengenai elpiji 3 kg yang beredar di media sosial.
Dengan langkah itu, lanjutnya, Disperindagkop UKM Riau berkomitmen menjaga kelancaran distribusi dan memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan manfaat dari subsidi pemerintah.
Apabila ditemukan kendala ketersediaan LPG atau harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), masyarakat dapat segera melapor melalui layanan pelanggan di 135.
Dedi Mulyadi meminta masyarakat khususnya petani tidak khawatir terhadap ketersediaan pupuk
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved