Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah semangat memperkokoh ketahanan energi nasional, Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) menerima kunjungan kerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), di Indramayu, Jawa Barat. Kunjungan yang dipimpin oleh Senior Manager Project Management SKK Migas, Kosario M Kautsar, bersama jajaran manajemen dari Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa, menjadi momen penting dalam menegaskan pengawasan ketat atas pengembangan Lapangan OO-OX, salah satu proyek strategis nasional, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.
SKK Migas menyoroti capaian progres proyek yang ditargetkan menembus angka 70% pada kuartal I 2026, di tengah tantangan akhir tahun seperti libur Natal-Tahun Baru, dan Hari Raya Idulfitri yang berpotensi memperlambat ritme kerja.
“Kita harus berpacu melawan waktu, bukan hanya mengejar angka, tapi menjaga keberlangsungan energi bangsa,” ujar Kosario dilansir dari keterangan resmi, Selasa (12/8).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa meskipun tantangan kian kompleks, proyek ini tetap dituntut untuk memenuhi target signifikan, menjelang fase operasional penuh pada 2026.
Di tempat yang sama, Project Manager PHE ONWJ, Mohamad Abdurrafiq menegaskan komitmen PHE ONWJ dalam menjaga keselamatan kerja, mempercepat proses kontruksi, serta terus menggulirkan inovasi dan optimasi lintas sektor demi efisiensi operasi yang maksimal.
“Proyek OO-OX, bukan sekadar pekerjaan proyek biasa, tapi menjadi denyut nadi baru bagi energi Indonesia. Kunjungan ini menjadi suntikan semangat sekaligus pengingat bahwa setiap detil pekerjaan proyek yang tengah bergulir di lapangan adalah bagian mozaik besar kemandirian energi nasional,” ujar Abdurrafiq.
Pengembangan Lapangan OO-OX meliputi instalasi platform lepas pantai OOA, pemboran 4 (empat) sumur pengembangan, yaitu OOA-1, OOA-2, OOA-3, dan OOA-4. Lapangan OO-OX diestimasi mampu menghasilkan tambahan 2.996 barel minyak per hari (BOPD), dan 21,26 juta standar kubik gas per hari (MMSCFD) ketika mulai berproduksi pada kuartal pertama 2026. (E-3)
Pemerintah perlu ambil langkah antisipasi adanya tren penurunan produksi migas guna menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target pembangunan jangka panjang.
Investasi minyak dan gas (migas) di 2026 mencapai US$16 miliar atau sekitar Rp266 triliun.
Langkah Pertamina Hulu Rokan yang menginisiasi penerapan teknologi Multistage Fracturing untuk pertama kalinya di Indonesia adalah terobosan penting dalam meningkatkan produksi minyak.
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berhasil meluncurkan inovasi teknologi pionir di Indonesia, yaitu Pertamina Slim & Trough Tubing ESP Pump (Pesut Etam).
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah menyelesaikan tahapan pemasangan jacket dan topside anjungan lepas pantai OOA.
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menunjukkan respons cepat dalam menghadapi dua situasi darurat di perairan lepas pantai Jawa Barat dalam kurun sepekan.
Panitia Kerja (Panja) Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Onshore Processing Facility (OPF) Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) di Gresik.
PT Medco Energi Internasional, melalui anak usahanya Medco E&P Grissik, memperkuat upaya pengurangan emisi melalui penerapan nitrogen gas blanketing.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
SKK Migas menegaskan komitmennya memperkuat penggunaan barang dan jasa dalam negeri di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved