Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI cuaca ekstrem merata terjadi hampir di seluruh daerah di Jawa Tengah Senin (9/12) gelombang tinggi di perairan selatan dan utara sertavair laut pasang (rob), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ancaman bencana di darat maupun kecelakaan laut.
Cuaca berawan sejak pagi Senin (9/12) menyelimuti seluruh daerah di Jawa Tengah, BMKG memperkirakan memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-lebat akan mengguyur dengan waktu bervariasi di daerah pegunungan, dataran tinggi, pesisir selatan, Pantura dan Solo Raya.
Gelombang tinggi juga masih terjadi di perairan selatan maupun utara hingga mengakibatkan pelayaran kembali terganggu, bahkan banjir air laut pasang (rob) semakin meninggi sejak dini hari hingga banjir rob merendam sejumlah daerah di di Pantura Jawa Tengah seperti Demak, Semarang dan Pekalongan.
"Air laut pasang berlangsung mulai pukul 00.00 WIB hingga 04.00 WIB dengan ketinggian mencapai 110 centimeter, akibatnya banjir rob merendam di sejumlah daerah di Pantura," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Sediyanto Senin (9/12).
Dampak banjir rob semakin meninggi tersebut, lanjut Sediyanto, akan mengganggu berbagai kegiatan warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, petani garam, sehingga warga diminta untuk waspada, bahkan gelombang tinggi dan hujan mengguyur di perairan juga akan mengganggu pelayaran terutama nelayan tangkap.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida secara terpisah mengatakan cuaca hujan ringan-lebat diperkirakan akan mengguyur semua daerah di Jawa Tengah, bahkan potensi cuaca ekstrem juga terjadi di puluhan daerah. "Potensi cuaca ekstrem di 34 daerah di Jawa Tengah, diminta warga waspada ancaman bencana hidrometeorologi," imbuhnya.
Potensi cuaca ekstrem, ungkap Risca Maulida, terjadi di 34 daerah di Jawa Tengah yakni Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen , Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Magelang, Surakarta, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.
Selain itu cuaca ekstrem di Jawa Tengah, menurut Risca Maulida, juga melanda daerah yakni Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Sedangkan hujan ringan-sedang diperkirakan mengguyur daerah Brebes, Tegal, Pekalongan dan Semarang," ujar Risca Maulida.
Angin bertiup dari barat laut ke timur dan timur laut ke selatan berkecepatan 3-30 kilometer per jam, demikian Risca Maulida, suhu udara berkisar 19-33 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 55-95 persen, sedangkan ketinggian gelombang di perairan selatan 0,5-3 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 0,5-1,25 meter. (H-2)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan mencapai 2,5-4 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 1,25-2,5 meter sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga berlangsung di seluruh perairan di Jawa Tengah Kamis (8/1) cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi mereda yakni di perairan utara berkisar 0,5-1,25 meter dan perairan selatan Jawa Tengah 0,5-2,5 meter.
Air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah cukup tinggi mencapai 1,1 meter, juga berdurasi lebih panjang yakni pada pukul 01.00-06.00 WIB.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi dilanda cuaca ekstrem, terutana terjadi kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian selatan dan tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved