Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada warga yang beraktivitas di pesisir untuk mewaspadai potensi banjir air laut pasang (rob) di sepanjang pesisir pantai utara (Pantura) Jawa Tengah.
"Rob mulai datang lagi pukul 02.00 WIB, rendah malam harus bangun untuk membuat tanggul agar tidak masuk rumah," kata Masukan, 59, warga Tugu, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Solikin, 45, warga Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Demak bahwa banjir rob telah menjadi langganan bagi warga di desa ini puluhan tahun lamanya, hanya dikhawatirkan semakin meninggi seperti beberapa waktu lalu hingga warga kesulitan keluar masuk desa yang harus berperahu. "Kalau rumah-rumah di sini sudah panggung," imbuhnya.
Hal serupa juga diungkapkan Wahyono, 50, warga Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan yang mengaku kesulitan setiap banjir rob datang, karena tidak hanya jalan desa yang terendam banjir tetapi juga aktivitas warga sebagai besar nelayan lumpuh, karena pelabuhan nelayan, tempat pelelangan ikan juga terendam.
"Dusun Simonet sudah hilang akibat rob, bahkan ratusan keluarga di sana sudah hengkang ke desa lain dan kini menunggu relokasi," ujarnya.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Shafira Tsany Fadhila mengatakan potensi banjir rob di Pantura Jawa Tengah diperkirakan terjadi 6-14 November tersebut dipengaruhi dinamika pesisir akibat laut pasang, sehingga kepada warga beraktivitas di pesisir waspada karena akan terganggu.
Dampak kembali air laut pasang tersebut, lanjut, masyarakat pesisir diminta waspada, karena banjir rob dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan, aktivitas petani garam, dan perikanan darat, hingga kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
"Waspadai fenomena banjir pesisir yang diprediksikan pukul 00.00-03.00 WIB," tambahnya.
Daerah terdampak rob di Pantura Jawa Tengah, ungkap Shafira Tsanfadhila, yakni Pekalongan, Semarang dan Demak. (H-3)
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
BMKG: hujan sedang yang berlangsung lama atau terjadi berulang dalam waktu berdekatan dapat meningkatkan akumulasi air penyebab banjir.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Anisa S, berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut.
BMKG merilis prakiraan cuaca Indonesia untuk Sabtu, 22 November 2025. Salah satu pemicu utama cuaca buruk adalah Siklon Tropis Vina yang berada di perairan utara Australia.
BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami hujan ringan hingga lebat pada Rabu, 29 Oktober 2025.
PEMUDIK yang berencana akan menuju ke arah timur Pulau Jawa diimbau untuk mewaspadai potensi banjir rob di jalur pantura.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Jumat, 17 Januari 2025. BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi banjir rob di 14 wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved