Headline
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
CUACA ekstrem masih berpotensi terjadi di seluruh daerah di Jawa Tengah. Hujan dengan intensitas sedang-lebat diperkirakan mengguyur di 32 daerah Jawa Tengah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minggu (3/11) mengeluarkan peringatan ancaman bencana hidrometeorologi di puluhan daerah di Jawa Tengah, karena cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi di puluhan daerah sepanjang Minggu (3/11).
Pada pagi cuaca diperkirakan cerah berawan dan berawan, namun menurut BMKG memasuki siang/sore hingga awal malam hujan sedang-lebat diperkirakan mengguyur di seluruh daerah di Jawa Tengah, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi timur, tengah dan selatan bahkan di kawasan pesisir selatan.
"Masih seperti hari sebelumnya, cuaca ekstrem masih berpotensi di puluhan daerah di Jawa Tengah, waspadai ancaman bencana hidrometeorologi," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida Minggu (3/11).
Berdasarkan pengamatan cuaca pada pukul 06.00 WIB, lanjut Risca Maulida, sejumlah daerah dilanda hujan sedang-lebat yakni Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Purwodadi dan Blora.
Selain itu daerah dengan potensi hujan sedang-lebat, ungkap Risca Maulida, juga berpotensi di Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa. "Sedangkan hujan ringan-sedang di Rembang, Pati, Semarang, Pekalongan dan Tegal," tambahnya.
Menurut Risca Maulida pada umumnya angin bertiup dari arah barat laut ke tenggara dengan kecepatan 3-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 19-34 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 45-95 persen. (H-3)
BMKG memprakirakan terdapat potensi hujan ringan, sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia.
BMKG memprakirakan kondisi cuaca pada Selasa, 8 April 2025, akan didominasi hujan ringan hingga hujan disertai petir di berbagai kota besar di Indonesia.
BMKG merilis prakiraan cuaca untuk 24 Maret 2025, dengan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan petir dan cuaca ekstrem.
BMKG merilis prakiraan cuaca untuk Minggu, 16 Maret 2025, dengan sejumlah wilayah diprediksi mengalami hujan ringan hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
BMKG merilis prakiraan cuaca untuk Senin, 3 Maret 2025, dengan potensi hujan ringan hingga hujan petir di beberapa wilayah Indonesia.
Terpantaunya Siklon Tropis Bianca di Samudera Hindia Selatan Jawa memberi dampak tidak langsung terhadap potensi pertumbuhan awan hujan.
Gelombang tinggi juga masih berlangsung di perairan selatan Jawa Tengah mencapai 2,5-4 meter, sedangkan di perairan utara setinggi 0,5-1,25 meter.
Waspadai gelombang tinggi di perairan selatan, karena berisiko terhadap kegiatan pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, kapal barang dan penumpang.
Cuaca ekstrem kembali berpotensi di tujuh daerah di Jawa Tengah yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo dan Bumiayu.
Cuaca ekstrem memaksa pesawat Batik Air yang tengah menempuh rute dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ke Bandara Silampari, Lubuklinggau, untuk kembali
Gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah juga menjadi ancaman serius terhadap kegiatan pelayaran karena cukup berisiko tinggi.
BMKG menginformasikan potensi cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk berawan, berawan tebal, hujan ringan, hujan sedang, serta hujan disertai petir.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved