Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK memutus rantai penularan demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga melakukan tindakan preventif dengan melakukan fogging di wilayah Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, pada Selasa (8/10/2024). Hal tersebut dilakukan setelah Dinkes menemukan dua kasus DBD di wilayah tersebut.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lingga, Wirawan Trisna Putra, menjelaskan pihaknya melakukan langkah-langkah sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran virus dengue penyebab DBD yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Dinkes juga telah melakukan penyelidikan etimologi dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lokasi yang terdeteksi terdapat kasus DBD.
Baca juga : Angka DBD di Kutai Barat Capai 632 Kasus, Dinkes Imbau Waspada Musim Hujan
"Langkah ini sangat penting untuk memutus mata rantai penularan DBD di wilayah ini. Kami sudah melakukan penyelidikan etimologi di lokasi dan sudah melakukan PSN serta fogging untuk mengurangi populasi nyamuk penular DBD," kata Wirawan.
Kedua kasus DBD yang ditemukan terjadi pada anak-anak yang telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
"Kami memastikan bahwa kedua anak tersebut sudah dalam perawatan. Meski demikian, kami tetap waspada dan melanjutkan langkah-langkah pencegahan, termasuk memberantas sarang nyamuk dengan metode 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas)," jelasnya.
Baca juga : Kasus DBD di Cirebon Meningkat Dibandingkan Tahun Lalu, Enam Orang Meninggal
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, kasus DBD di wilayah tersebut mulai meningkat sejak Agustus 2024. Pada bulan tersebut, tercatat ada 6 kasus DBD di Kecamatan Singkep, sementara pada bulan September, jumlah kasus naik menjadi 8, tersebar di Kecamatan Singkep dan Kecamatan Lingga. Hingga awal Oktober, dari tanggal 6 hingga 8, ditemukan dua kasus baru di Kecamatan Singkep.
"Dari data yang kami kumpulkan, peningkatan kasus DBD ini berpotensi terus bertambah jika tidak dilakukan langkah-langkah pencegahan yang maksimal. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memutus siklus hidup nyamuk melalui PSN dan tindakan 3M," ujar Wirawan.
Wirawan menegaskan bahwa tindakan pencegahan yang lebih efektif adalah melalui pemberantasan sarang nyamuk secara langsung oleh masyarakat.
Baca juga : Kasus DBD Tinggi, Jakarta Barat Jadi Lokasi Pertama Penyebaran Nyamuk Wolbachia
"Kami tidak bisa hanya mengandalkan fogging. Fogging membunuh nyamuk dewasa, tetapi telur dan jentik nyamuk tetap bisa bertahan. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka, terutama di area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, seperti genangan air," tambahnya.
Dinas Kesehatan Lingga juga berkomitmen untuk terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah 3M di rumah masing-masing. Selain itu, Dinas Kesehatan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi di wilayah-wilayah yang rawan terkena DBD, terutama dengan perubahan cuaca yang tidak menentu.
"Masyarakat harus memahami bahwa keberhasilan memerangi DBD tidak hanya tergantung pada tindakan dari dinas atau pemerintah, tetapi juga peran aktif setiap individu dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kami akan terus melakukan sosialisasi dan pemantauan di lapangan," pungkas Wirawan.
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Gejala utama DBD adalah demam tinggi mendadak hingga 39°C, yang diikuti dengan nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, mual, dan muntah.(H-2)
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Sepanjang Januari 2026, setidaknya ditemukan 20 orang di Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) terserang demam berdarah dengue (DBD).
SEBANYAK 2 orang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kabupaten Cirebon sepanjang 2025 lalu. Sepanjang 2025 lalu ada 1.169 kasus DBD di Kabupaten Cirebon.
Kasus super flu dan demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kasus DBD pada Januari 2026 yakni dua kasus dari wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang, satu kasus dari Puskesmas Alai dan Puskesmas Kedabu Rapat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dinkes melibatkan remaja untuk menciptakan konten yang relevan dan menarik. Hal ini tidak hanya meningkatkan jangkauan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon meningkat pada Maret 2025.
Intensitas hujan yang tinggi ini turut menjadi faktor pendongkrak kasus DBD di Kota Denpasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved