Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Bali tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit dunia, tetapi juga tetap menjadi pilihan utama bagi investor dan pengembang properti untuk memperluas sayap bisnis mereka.
Hal ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang kembali bangkit setelah terdampak pandemi.
Baca juga : BI Dorong Investor Jepang Berinvestasi di Bali
“Bali memiliki daya tahan setelah mengalami aksi terorisme dua kali, gunung meletus, hingga pandemi covid-19, tetapi Bali tetap bertahan kuat,” ujar Johannes Weissenbaeck, Pendiri dan CEO OXO Group Indonesia, dikutip dari Antara, Rabu (9/10).
Menurutnya, budaya Bali yang kuat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, yang pada akhirnya mendorong pemulihan signifikan sektor pariwisata. Pemulihan ini meningkatkan optimisme pelaku usaha dan mendorong masyarakat untuk kembali membelanjakan modal mereka.
Karena itulah, pihaknya turut berinvestasi sekitar Rp500 miliar di kawasan wisata Nyanyi, Desa Beraban, Kabupaten Tabanan, Bali, untuk pembangunan vila. Semua unit pada proyek seluas 1,9 hektare ini sudah habis terjual pada 8 Juni 2024, dengan harga berkisar antara Rp8 hingga Rp16 miliar per unit.
Baca juga : Investor Anggap Bali sebagai Blue Chip, Begini Alasannya!
Sebanyak 30 persen pembeli merupakan orang Indonesia, terutama dari Jakarta dan Surabaya. Sisanya adalah investor asing, dengan 20 persen di antaranya berasal dari Australia, serta negara-negara Eropa seperti Jerman, Austria, dan Spanyol.
Pembangunan vila ini ditargetkan selesai pada Oktober 2026, dengan luas bangunan mulai dari 193 hingga 293 meter persegi, dan luas tanah mulai dari 300 hingga 643 meter persegi. Desain bangunan ini terinspirasi dari budaya dan kearifan lokal Bali, dengan sentuhan arsitek Alexis Dornier.
Johannes menegaskan bahwa Bali tetap menjadi magnet bagi investor dan pengembang properti. Lokasi hunian tersebut dekat dengan Pantai Nyanyi dan kawasan Nuanu, yang merupakan pusat pendidikan, hiburan, dan kreativitas.
Direktur Marketing OXO Group Indonesia Anggun Melati, mengungkapkan bahwa proyek OXO The Residences mampu memikat minat pembeli lokal dan internasional. Ini menunjukkan potensi Bali sebagai salah satu lokasi investasi properti yang paling diminati di dunia.
Menariknya, proyek ini menawarkan skema kepemilikan hak milik (Freehold), yang diharapkan bisa meningkatkan daya tarik bagi investor lokal. “Saat ini, banyak ekspat yang melirik properti freehold di Bali. Konsep ini memang baru, namun regulasi pemerintah sudah cukup baik untuk menunjang hak kepemilikan warga negara asing,” jelas Anggun. (Z-10)
DIPLOMASI energi yang dilakukan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Tokyo, Jepang, dinilai menjadi sinyal kuat pergeseran posisi Indonesia dalam peta kekuatan global.
Otorita IKN telah mengeluarkan 65 perjanjian kerja sama senilai sekitar Rp70 triliun untuk mempercepat pembangunan di Kalimantan Timur.
Kerja sama ini akan fokus pada penerapan jangka panjang teknologi artificial intelligence (AI)/kecerdasan buatan pada bidang keuangan.
Bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global membuat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) segmen menengah atau mid-market melambat sepanjang 2025.
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
PT Pintu Kemana Saja (Pintu) mencatat peningkatan volume perdagangan per pengguna sebesar 45% pada Februari 2026.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global membuat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) segmen menengah atau mid-market melambat sepanjang 2025.
Platform investasi aset kripto Pintu meluncurkan program eksklusif Pintu VIP bagi pengguna dengan aktivitas perdagangan dalam volume besar.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kunjungan OJK dan Bareskrim ke kantor perusahaan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar menyoroti revisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings.
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved