Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR properti di Bali masih menjadi incaran investor, meskipun menghadapi tantangan dalam pengembangan proyek berskala besar.
Founder & CEO Greenwoods Group Okie Imanto menjelaskan, konsep pembangunan proyek dengan skala besar tidak lagi diminati oleh pasar.
Sebaliknya, proyek dengan nuansa 'village' atau perkampungan lebih menarik perhatian, meskipun pasar untuk konsep ini tidak besar, namun nilai investasinya tetap tinggi.
Baca juga : BI Dorong Investor Jepang Berinvestasi di Bali
"Saat ini, banyak orang yang menganggap investasi properti sebagai blue chip yang menjadi daya tarik investor di Bali. Namun, kita tidak bisa membuat proyek yang terlalu besar, misalnya 500-800 unit, karena konsep pembangunan berskala besar sudah tidak diminati lagi. Fokus kami sekarang adalah menciptakan properti yang memberikan nuansa perkampungan atau village feel," ungkap Okie di pameran BCA Expo 2024, di ICE BSD, Tanggerang, belum lama ini.
Meskipun lahan dengan sertifikat hak milik (SHM) di beberapa wilayah seperti Jimbaran masih sulit diakses karena infrastruktur yang belum memadai, peminat tetap ada.
“Kami memilih untuk tumbuh di Jimbaran, karena meskipun marketnya tidak besar, namun value-nya tinggi," tambahnya.
Baca juga : Investasi SR017 Alternatif 'Passive Income' 100% Dijamin Negara
Selain itu, properti di Bali masih menawarkan hasil sewa yang tinggi, dengan return mencapai 15-18%.
Hal ini membuka peluang yang lebih luas, terutama jika fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) semakin diperluas.
“Jika KPR bisa diperluas, pasar properti di Bali akan semakin terbuka, apalagi dengan pemerintah yang sudah membuka keran bagi warga negara asing (WNA) untuk membeli properti di sini," jelasnya.
Baca juga : Pemprov Kalsel Tawarkan Proyek Rp5,2 Triliun kepada Investor Asing
Optimisme juga terlihat dalam rencana pengembangan selanjutnya. Greenwoods Group telah menyelesaikan pebangunan Damara Village di dua wilayah, yakni di Ubud dan Jimbaran.
Selain di Bogor dan di Bali, Damara Village juga tengah dalam proses pembangunan proyek di Jogjakarta. Menurut Okie, Damara Village pertama kali dikembangkan di Bogor pada 2015 lalu, selanjutnya di Bali. Menariknya, Damara Village justru mendapat respon yang sangat baik saat pandemi covid-19.
"Proyek properti yang kami kembangkan di Bali mendapat respon positif dari para nasabah BCA. Sebab, pruduk-produk di Bali masuk dalam kategori Resort Residential. Artinya, rumah ini nyaman sebagai tempat tinggal dan menarik untuk liburan,” jelasnya.
Baca juga : Perubahan Tren Wisatawan di Bali, 3 Lokasi Ini Jadi Pilihan Populer
Greenwoods Group resmi memperkenalkan dua brand terbarunya yakni Greenwoods Country dan Damara Estate, Sabtu (17/8) kemarin.
Adapun, re-branding logo Citaville dilakukan agar lebih menyesuaikan diri dengan generasi millenial dan keluarga muda sebagai segmen pasar utamanya.
Sejak awal, proyek hunian dengan Brand Citaville diperuntukan bagi frist home buyer atau pembeli rumah pertama.
“Citaville adalah jawaban atas kebutuhan perumahan bagi keluarga muda. Kami berharap dapat memberikan hunian yg bagus, ideal dan bisa dinikmati oleh kebayakan orang Indonesia,” paparnya.
Okie menambahkan, Greenwoods Group telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan salah satu operator wellness dan sports, yaitu KYZN. Mereka bersinergi mengembangkan sportsclub & wellness di titik-titik properti Greenwoods.
Hal ini ditujukan untuk memberikan value bagi para konsumen serta capital gain lebih tinggi dibanding residensial lain.
“Kyzn akan difokuskan untuk pengembangan di Greenwoods Country dimulai dari Greenwoods Country Serpong,” katanya.
Dengan kehadiran Kyzn, konsumen maupun penghuni di perumahan dapat menikmati layanan lengkap, peralatan olah raga terkini, kelas berikut pelatih atau pengajar berlisensi yang mumpuni di bidangnya.
“Ke depannya enghuni tidak perlu lagi menempuh perjalanan dan menghabiskan waktu untuk mendapatkan semua itu, cukup menikmati di kawasan perumahan Greenwoods mereka bisa mendapatkan kebugaran tersebut,” tandas dia. (Z-10)
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
REFORMASI tata kelola dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan yang belakangan membayangi pasar keuangan domestik.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Keterlibatan investor asing turut dipertimbangkan seiring keterbatasan teknologi nasional dan masih berlangsungnya penyusunan regulasi karbon biru di Indonesia.
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Indonesia berada pada situasi psikologis publik yang menarik. Survei Ipsos awal tahun menunjukkan optimisme masyarakat Indonesia mencapai sekitar 90 persen
Sebuah instalasi seni interaktif dibangun untuk menerjemahkan filosofi investasi Sucor AM ke dalam pendekatan yang strategis dan mudah dipahami.
Kawasan timur Jakarta terus menguat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Kabupaten Bekasi mencatat realisasi investasi mencapai Rp61,8 triliun.
Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2. Pemerintah klaim ekonomi dan fiskal tetap kuat, defisit terjaga, Danantara dan MBG jadi tumpuan investasi.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Danantara Indonesia untuk menjelaskan kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia kepada Moody's.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved