Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
POLSEK Serbalawan Polres Simalungun menangkap pelaku penembakan yang terjadi di Bengkel Suhada, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun pada Rabu (2/10) sekitar pukul 18.00 WIB.
Pelaku penembakan, Sentanu (41 tahun) berhasil ditangkap keesokan harinya, Kamis (3/10) sekira pukul 11.30 WIB setelah polisi mendapatkan informasi dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Sinaksak, Kabupaten Simalungun Aiptu Bambang Irawan
Kejadian bermula dari perselisihan antara pelaku dengan korban, Juan Arya Safaras Tan Tio (24 tahun), pada Rabu (2/10/2024) sekira pukul 17.30 WIB. Saat itu, personel Polsek Serbalawan Aipda Paiduk Benny Lumbanraja sedang membeli gorengan dan melihat mobil yang dikendarai oleh teman pelaku melaju dengan kecepatan tinggi.
Baca juga : Jual Narkoba, Kakek di Simalungun Ditangkap
Aipda Paiduk menegur sopir mobil tersebut, namun terjadi perselisihan. Setelah memperkenalkan diri sebagai polisi, Paiduk memerintahkan mobil tersebut berhenti dan melakukan pemeriksaan.
"Tidak ditemukan narkotika atau senjata api dalam mobil tersebut. Sopir mobil tersebut kemudian meminta maaf kepada Aipda Paiduk dan mereka membubarkan diri," jelas Kapolsek Serbalawan, AKP Syamsul Bahri Dalimunthe.
Namun, setelah kejadian tersebut, pelaku mendatangi bengkel Suhada dan bertemu dengan korban serta saksi-saksi. Pelaku kemudian mengeluarkan senjata api jenis soft gun dari saku celananya dan menembakannya ke arah atas.
Baca juga : Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Hewan Ternak dari Amukan Massa
"Korban kemudian menanyakan kepada pelaku ada apa kok nembak-nembak. Pelaku menjawab, 'Kepalamu kutembak pun jebol'," tambah AKP Syamsul.
Pelaku kemudian menembakan senjatanya ke arah kaki kiri korban, namun tidak mengenai.
"Saya merasa terancam dan ketakutan," ujar Juan Arya Safaras Tan Tio saat melaporkan kejadian tersebut ke Pos Polisi Purbasari.
Baca juga : Elakkan Kendaraan, Kecelakaan Tunggal Terjadi di Simalungun
Kapolsek Serbalawan, AKP Syamsul Bahri bersama Kanit Reskrim, PS.Kanit Intel, dan personel piket langsung mendatangi TKP untuk melakukan pengecekan.
"Kami langsung melakukan interogasi terhadap korban dan saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api soft gun jenis FN warna hitam merk Lock buatan Astria, tabung gas soft gun merk Gamo sebanyak 6 tabung, dan peluru mimis 168 buah," jelasnya.
Polisi juga mengamankan pelaku dan saat ini sedang memproses hukumnya.
Baca juga : Mafia Kelapa Sawit yang Rugikan Negara Rp100 Miliar Ditangkap
"Pelaku telah diamankan di Polsek Serbalawan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegasnya.
"Berdasarkan keterangan pelaku, senjata soft gun tersebut diperoleh dari seorang pria inisial T, wiraswasta warga Huta V Purbasari, Nagori Purbasari, Kecamatan Tapian Dolok, yang dibeli seharga Rp2.500.000 dan tidak dilengkapi surat-surat senjata," jelasnya
Polisi saat ini pun sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus penembakan ini. (Z-9)
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Tidak ada tanah adat yang ditambahkan kepada marga lain di Simalungun selain SISADAPUR.
Para pedagang pun mengeluhkan bahwa harga modal minyak goreng yang mereka dapatkan sudah mencapai Rp 15.000, sehingga sulit menjual sesuai HET tanpa mengurangi keuntungan yang minimal.
Dinas Kesehatan Simalungun telah melakukan berbagai antisipasi dan langkah diantaranya dengan melakukan survei dan pengendalian vektor.
Dua orang tewas dalam bencana banjir yang terjadi di Desa Nagori Bangun Raya, Kecamatan Raya Kahean, Simalungun, Sumatra Utara.
Tim Polsek Tanah Jawa langsung diterjunkan untuk melakukan serangkaian tindakan mulai dari olah TKP, pendataan saksi, hingga koordinasi dengan pihak terkait.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Sejumlah perairan Sumatra Utara berpotensi mengalami gelombang tinggi pada 27 hingga 29 Januari 2026 dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.
Mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi dihantam kereta api penumpang di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.
Pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) PT Agincourt Resources menjadi perhatian publik karena dampaknya yang luas, terutama terhadap ribuan tenaga kerja
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Seiring berjalannya penanganan, akses di ruas Tarutung–Sibolga kini mulai pulih dan kembali dapat dimanfaatkan. Pemulihan usai banjir ini memberikan dampak bagi aktivitas harian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved