Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA kekeringan semakin meluas di Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menggelontorkan bantuan air bersih hingga 4 juta liter hingga saat ini.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia, kekeringan di Jawa Tengah sudah terjadi di 13 kabupaten/kota. Ratusan ribu warga pun mengalami krisis air bersih.
Selain menyalurkan air bersih, BPBD dan pemerintah daerah setempat juga mengebor sumur untuk mendapatkan sumber air baru, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun keperluan pertanian.
Baca juga : Atasi Kekeringan di Jawa Tengah, 4 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan berdasarkan data yang masuk, kekeringan telah terjadi sejak Mei lalu.
"Hingga saat ini sudah 4 juta liter air bersih kita gelontorkan ke 13 daerah di Jawa Tengah sejak Mei lalu. Ke depan, lokasi yang mengalami kekeringan semakin bertambah," tutur Bergas.
Menghadapi bencana kekeringan ini, sebanyak 30 daerah di Jawa Tengah telah menetapkan Siaga Darurat Kekeringan 2024.
Kecamatan Pauh dan Kuranji mengalami krisis air bersih akibat sumur mengering serta kerusakan bendungan dan irigasi pascabencana November 2025.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Ratusan pengungsi banjir di Aceh Tamiang mendesak bantuan air bersih dan MCK. PDAM rusak fatal, kondisi tenda pengungsian memprihatinkan.
Menurut anggota tim pengabdian Dr Imam Muslem, kegiatan tersebut dilakukan secara adaptif mengikuti dinamika pasca bencana.
BANJIR bandang dan tanah longsor yang puncaknya terjadi pada 26-27 November lalu sedikitnya telah meluluhlantakkan 52 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Pasokan air bersih Aceh Tamiang kembali normal setelah SPAM IKK Rantau beroperasi pascabanjir. Menteri PU memastikan kualitas air aman dan layak konsumsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved