Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSOALAN limbah plastik mengancam perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Indonesian Waste Platform (IWP), lembaga non-pemerintah yang fokus pada penanganan sampah mencatat, setiap hari ada 20 ribu sampah plastik es yang mencemari laut Labuan Bajo.
Hal Itu diketahui setelah IWP melakukan studi yang didanai oleh Food and Agriculture Organization (FAO) atau organisasi khusus bentukan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di tahun 2021.
"Hasil studi kami memberikan salah satu teori baru bahwa alat tangkap yang berbahaya di Labuan Bajo karena masuknya plastik es. Lebih dari 20 ribu pieces mencemari laut Labuan Bajo setiap hari," kata Martha Muslin Tulis, Koordinator Nasional IWP saat acara peresmian gedung Pusat Pembelajaran Lingkungan, di Labuan Bajo, beberapa waktu lalu.
Baca juga : Mengkhawatirkan, Sampah Plastik Sekali Pakai Kian Melonjak
Fakta itu di luar dugaan karena selama ini plastik es dianggap tidak terlalu berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan khususnya di perairan Labuan Bajo.
"Selama ini kami pikir hanya alat pancing, jaring dan lain-lain. Ternyata di tempat-tempat terpencil plastik es itu juga salah satu masalah besar, dan jumlahnya besar sekali. Hasil studi kami tahun 2021 ada 20 ribu lebih (plastik es) yang masuk ke laut Labuan Bajo Manggarai Barat setiap hari," ungkapnya.
Lanjut Martha, data juga menunjukkan Indonesia sebagai negara penyumbang polutan plastik di perairan. Pada 2018, pemerintah berkomitmen mengurangi 70 persen sampah plastik di laut pada 2025.
Baca juga : Sinar Mas Land Ajak Warga Mengolah Sampah Menjadi Produk Berguna
Mulai dari pengumpulan, pemrosesan, daur ulang, dan pemanfaatan kembali limbah padat, yang dilaksanakan melalui Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut.
Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut juga dilakukan IWP di Labuan Bajo sebagai upaya memerangi sampah dan menciptakan destinasi super prioritas itu bebas dari sampah.
"Semua tempat yang kami IWP intervensi melakukan daur ulang lebih dari 50 persen, melewati target Nasional. Hampir semua sampah yang kami kumpulkan dikirim ke Surabaya," ungkapnya. (MM)
Pembakaran plastik yang tidak sempurna melepaskan senyawa beracun yang sangat stabil, yakni dioksin dan furan.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
Pemerintah terus mendorong penggunaan sustainable material di sektor industri, salah satunya melalui pengembangan bioplastik.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Labuan Bajo terus memperkuat upaya pengelolaan sampah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memeriksa dua pejabat Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo terkait kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah.
PDIP menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata ke perairan Taman Nasional Komodo akibat cuaca ekstrem.
Polda NTT mengambil langkah responsif dan tegas dalam menangani tragedi tenggelamnya kapal wisata semiphinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian juga aktif memberikan edukasi keselamatan kepada calon penumpang sebelum naik kapal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved