Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK pagi sejumlah daerah Pantura, Jawa Tengah diguyr hujan ringan. Hujan lebat diperkirakan akan terjadi di liam daerah di kawasan pegunungan bagian tengah di malam hari. Kondisi ini diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung hingga Idul Adha, Senin (17/6).
BMKG Jawa Tengah mengungkapkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat terjadi di kawasan pegunungan, yakni Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Temanggung dan Magelang.
"Potensi hujan ringan-sedang siang/sore-malam tidak merata di sejumlah daerah, namun pada malam akan turun hujan terutama di kawasan pegunungan bagian tengah Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Gembita Icky Dzikrillah, Kamis (13/6).
Baca juga : Sejumlah Daerah di Jateng Diperkirakan Hujan Lebat
Berdasarkan pengamatan satelit cuaca pukul 05.30 WIB, lanjut Gembita, hujan dengan intensitas ringan-sedang berpotensi terjadi di Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Klaten, Karanganyar, Kajen, Pemalang, Slawi, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Sedangkan hujan dengan intensitas ringan, kata Gembita, berpotensi terjadi di Cilacap, Kebumen, Purworejo, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Kendal, Batang, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
"Angin dari timur ke selatan dengan kecepatan 3-25 kilometer per jam, suhu udara 23-34 derajat celcius dan kelembaban udara 50%-95%," ujar Gembita.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan hujan melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah, diperkirakan akan berlangsung hingga Hari Raya Idhul Adha Senin (17/6).
Hujan disertai angin kencang dan petir tersebut, menurut Teguh, dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator yang diprakirakan aktif di wilayah Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya dan Papua Barat dalam sepekan ke depan. (Z-3)
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta 20 Januari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan merata, waspada potensi banjir dan kemacetan.
BMKG mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Nokaen dan bibit siklon tropis 96s yang memicu peningkatan curah hujan serta gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved