Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT orang warga Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, NTT, tewas tertimbun tanah longsor, Jumat, 7 Juni 2024 pagi.
Seluruh korban merupakan satu keluarga, dengan Bernadus Bata sebagai kepala keluarga. Selain Bernadus Bata, sang istri, Eri dan kedua buah hatinya Vika (7) dan Echa (1,5) tewas tertimbun longsor saat masih tertidur.
Saat ini, Sejumlah anggota Polres Ende sudah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu keempat korban longsor sudah dievakuasi ke RSUD Ende.
Baca juga : Longsor Papua Nugini: Lebih dari 2.000 Orang Dikhawatirkan Tertimbun Hidup-hidup
Menurut saksi mata yang sempat membantu mengevakuasi, keempat korban ditemukan tewas di dalam satu kelambu.
Sehari sebelumnya, korban sempat diingatkan oleh tetangga untuk segera pindah dari lokasi itu karena terjadi hujan lebat mengguyur wilayah itu.
Saksi mata kejadian sekaligus tetangga korban, Yohanes Mari mengatakan keluarga Bernadus Bata baru dua tahun menempati rumah tersebut dan menumpang di lahan milik keluarga Bernadus Bata.
Baca juga : 3 Jenazah Ditemukan Setelah Tanah Longsor di Papua Nugini
Bernadus Bata sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan sedangkan sang istri berjualan sayur keliling. Anak yang pertama Vika belum bersekolah.
Rumah yang ditempati keempat korban merupakan rumah berdinding pelupu yang berada perbukitan yang terjal sehingga rawan terjadi longsor.
Menurut penuturan para saksi yang sempat membantu keempat korban, mereka sempat berupaya menolong keempat korban karena berpikir masih bisa diselamatkan.
(Z-9)
Pemantauan Gunung Kelimutu dilakukan secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) yang berlokasi di Kampung Kolorongo, Desa Waturaka, Kabupaten Ende.
Peningkatan signifikan kegempaan Gunung Iya ditandai dengan meningkatnya gempa vulkanik dalam sejak Agustus 2024 dan pada tanggal 5 November 2024.
SEBUAH video yang diunggah seorang guru honorer di Kabupaten Ende, NTT viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan sejumlah guru mengaku menerima gaji Rp250 ribu per bulan.
Dari keterangan Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB) longsor tersebut diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi disertai durasi yang cukup lama.
Gunung Kelimutu di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, naik status dari normal menjadi waspada pada Jumat (24/5) pukul 13.00 Wita.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved