Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
CURAH hujan yang tinggi memicu longsornya sebagian tebing di Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tersebut menyebabkan munculnya gelombang di permukaan danau kawah yang sempat terekam dalam video pengunjung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan hasil pengecekan lapangan memastikan fenomena tersebut tidak berkaitan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu.
“Berdasarkan informasi video dari pengunjung dan hasil pemeriksaan di lapangan, gelombang di Kawah II terjadi akibat longsornya sebagian tebing timur laut kawah. Longsor ini dipicu oleh curah hujan yang intensif sehingga menyebabkan ketidakstabilan tebing,” ujar Lana Saria dalam keterangan resminya yang diterima Media Indonesia, Rabu (14/1).
Ia menjelaskan, hasil pengamatan visual dan instrumental tidak menunjukkan adanya perubahan signifikan pada aktivitas gunung api tersebut. Aktivitas kegempaan masih dalam batas normal, begitu pula warna air danau serta suhu kawah.
Gunung Kelimutu merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 1.384,5 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, gunung ini terletak pada koordinat 08°45’30” Lintang Selatan dan 121°50’00” Bujur Timur, serta berada di wilayah administratif Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Pemantauan Gunung Kelimutu dilakukan secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) yang berlokasi di Kampung Kolorongo, Desa Waturaka, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga danau kawah, yakni Kawah I Tiwu Ata Polo, Kawah II Tiwu Koofai Nuwamuri, dan Kawah III Tiwu Ata Bupu.
Lana Saria menegaskan, hingga saat ini status aktivitas Gunung Kelimutu masih berada pada Level I (Normal). Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Kelimutu merupakan kawasan wisata dengan jumlah pengunjung yang cukup tinggi sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
“Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melewati pagar pembatas, tidak mendekati danau kawah, menjauhi area tembusan gas, serta tidak bermalam di dalam kawah guna menghindari potensi bahaya gas beracun,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Kelimutu serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Kelimutu dapat diakses melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau situs magma.esdm.go.id.
“Evaluasi tingkat aktivitas Gunung Kelimutu akan terus dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama,” ujar Lana Saria. (H-2)
Aktivitas Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan peningkatan. Kondisi ini ditandai dengan perubahan warna air danau di Kawah I Tiwu Ata Polo.
Peningkatan signifikan kegempaan Gunung Iya ditandai dengan meningkatnya gempa vulkanik dalam sejak Agustus 2024 dan pada tanggal 5 November 2024.
SEBUAH video yang diunggah seorang guru honorer di Kabupaten Ende, NTT viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan sejumlah guru mengaku menerima gaji Rp250 ribu per bulan.
Dari keterangan Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB) longsor tersebut diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi disertai durasi yang cukup lama.
EMPAT orang yang merupakan satu keluarga di Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, NTT, tewas tertimbun longsor, Jumat, 7 Juni 2024 pagi.
Gunung Kelimutu di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, naik status dari normal menjadi waspada pada Jumat (24/5) pukul 13.00 Wita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved