Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DHARMA Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut mempercepat penurunan angka kasus stunting (tengkes). Kontribusinya dilakukan dengan berbagai upaya seperti pemberian makanan tambahan maupun pemeriksaan kesehatan.
Ibu-ibu DWP Dinas Kearsipan dan Perpustakaan melaksanakan kunjungan di Kelurahan Lewoleba Barat, Posyandu Waikomo Timur. Tujuannya sebagai tindak lanjut dari amanat Pemerintah Kabupaten Lembata bahwa DWP menjadi orangtua asuh binaan posyandu bayi dan balita di tujuh kelurahan posyandu dampingan unit pelaksana Kabupaten Lembata Tahun 2024.
Wakil Ketua DWP Unit DKP Yasinta Deran didampingi anggota Maria Bernadete Ose Ruing dan Indah Purnama Dewi memantau langsung aktivitas di posyandu, mulai dari penimbangan berat badan, tinggi badan, hingga pembagian makanan tambahan (PMT) bagi bayi balita.
Baca juga : Stunting di Timor Tengah Selatan masih Dapat Turun
Dalam kunjungan tersebut yang hadir saat penimbangan sebanyak 53 bayi balita. Rinciannya, gizi baik sebanyak 40 orang, gizi kurang 13 orang, dan gizi buruk 0. Sedangkan jumlah stunting sebanyak 18 anak.
Dalam kesempatan tersebut, Yasinta Deran yang juga bidan yang bertugas di Desa Pada memberikan pembinaan kepada ibu sasaran balita stunting tentang pola asuh dan makanan yang dianjurkan serta tips dan trik menurunkan angka stunting.
"Hari ini sesuai jadwal, tujuan kami ke sini untuk silaturahmi dengan kader maupun pengurus posyandu sekaligus memantau perkembangan anak-anak di posyandu ini. Kami mengharapkan agar para kader tetap berkoordinasi dengan DWP terkait pencegahan dan penanganan stunting," ujar Yasinta, Jumat (10/5).
Ia menambahkan asupan makanan untuk balita perlu diatur dengan mengenalkan secara dini variasi makanan agar nanti anak-anak tidak pilih-pilih soal makanan. "Semoga ke depan status gizi anak-anak kita bisa lebih baik lagi," ungkap Yasinta. (Z-2)
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
USAI meninggalnya seorang anak di Kabupaten Ngada, Polri menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah ke sejumlah wilayah terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT).
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri (Yonif) TP 877/Biinmaffo di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Kepala Stasiun Meteorologi El .Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved