Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 2.000 unit rumah bersubsidi dan komersial habis dalam Pesta Rakyat yang digelar Vista Land. Adapun, hunian tersebut tersebar di wilayah Jabodetabek dan Banten.
Direktur Consumer & Commercial LendingBank Tabungan Negara (BTN) Hirwandi Gafar mengatakan, vista land telah bekerjasama dengan Bank BTN sejak 2007 lalu. Sebagai developer yang fokus dalam pembangunan rumah bersubsidi, menjadi mitra terbanyak menjual rumah yang menggunakan fasilitas FLPP dan KPR BTN.
“Penjualan Vista Land Group lewat BTN hingga saat ini sudah lebih 40.000 unit atau sekitar 90 persen. Menurut saya pengembang ini sangat luar biasa, dengan tingkat kepuasan konsumen sangat tinggi,” kata Hirwandi di GBK, Senayan (5/5).
Baca juga : Realisasi Pembiayaan Rumah Subsidi mencapai 103.749 Unit, 47,15% dari Target
Ia berharap, kerja sama yang terjalin BTN dan Vista Land Group makin ditingkatkan terutama di segmen rumah komersial, yang dalam tahun terakhir ini mengalami peningkatan signifikan. BTN terus mendukung penyaluran FLPP rumah subsidi, maupun KPR rumah komersial (real estate).
CEO Vista Land Group Alexander Tirta peogram pesta rakyat vista pora 5.5 2024 ini diselenggarakan dari 1 Maret hingga 30 April 2024, dan acara puncaknya diseleranggarakan di Plaza Barat, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan (5/5).
“Ini diselenggarakan untuk memberikan kesempatan warga Jabodetabek dan Serang bisa punya rumah yang berkualitas dengan mudah di momentum yang tepat,” kata dia.
Baca juga : Gema Tapera Digelar 3 Hari di Kantor Kemenag
Direktur Vista Land Group Esther Kristiany Hadi menjelaskan, rumah subsidi sudah eksis digarap vista land selama 17 tahun. Dalam 2 tahun terakhir ini Vista Land Group juga mengembangkan perumahan komersial, affordable (harga terjangkau).
Ada 5 proyek yang dikembangkan yaitu Harmoni Park (Bekasi), Gran Harmoni Park (Cibitung), Harmoni Park Residence (Cileungsi), Cluster Symphoni di Primavera Residence (Cileungsi) dan Puri Harmoni Pasirmukti (Citeurep).
Untuk proyek komersial ini, jelas Esther, Vista Land Group membentuk satu anak entitas baru yang dinamakan Harmoni Park, yang menggarap perumahan-perumahan real estate (non subsidi).
”Potensi pasar affordable real estate ini sangat besar khususnya untuk segmen milenial dan keluarga mudah untuk rumah pertamanya. Kami terus berinovasi dan memberikan yang terbaik. Setelah menjajaki dengan skala kecil selama 2 tahun ini, kami meluncurkan brand Harmoni Park untuk lebih fokus melayani kebutuhan akan segmen komersial real estate,” ujar Esther.
Adapun, real estate ditawarkan mulai dari Rp300 juta hingga Rp800 juta, dengan berbagai macam pilihan tipe rumah dan tempat usaha. Ke depan, jelas Esther, pihaknya akan terus melakukan inovasidan perbaikan mutu bangunan, sehingga Vista Land Group tetap jadi terdepan di industri rumah sederhana dan rumah komersial yang diminati masyarakat, serta terus memperbesar landbanknya. (Z-10)
Summarecon Expo 2025 menutup rangkaian gelarannya dengan torehan penjualan spektakuler, yakni 465 unit properti terjual dari sembilan kawasan
Perbandingan royalti musik di Indonesia dan Australia: aturan hukum, besaran tarif untuk bisnis, distribusi royalti, hingga tantangan era digital.
Platform digital telah berkembang melampaui fungsi komersial tradisionalnya dan menjadi alat penting dalam penyelenggaraan kebijakan publik.
DJKI Kementerian Hukum dan HAM menanggapi isu yang menyeret nama salah satu cabang Mie Gacoan di Bali terkait tunggakan royalti
SINAR Mas Land dan Vasanta Group membentuk perusahaan gabungan, PT Sinergi Sinar Vasanta, untuk mengembangkan proyek residensial dan komersial seluas 28 hektare di Depok, Jawa Barat.
PERUSAHAAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di industri pertahanan, seperti PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad mulai menjajal pasar komersial
Menteri PKP Maruarar Sirait memastikan Meikarta jadi lokasi rusun subsidi. Konsep rusunami dan rusunawa disiapkan untuk atasi hunian perkotaan.
BTN mendominasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2025.
Pemerintah menaikkan target penyaluran FLPP pada 2026 menjadi 285.000 unit rumah subsidi dengan kebutuhan dana mencapai Rp37,1 triliun.
Skema akad massal terbukti menjadi motor percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi rumah subsidi.
BP Tapera genjot strategi agresif dan kolaborasi lintas sektor untuk mengejar target 350 ribu rumah FLPP pada akhir 2025.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved