Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Bupati Kabupaten Pidie periode 2017-2022, Roni Ahmad atau yang lebih dikenal dengan panggilan Abusyik Sufi meninggal dunia pada Sabtu, (26/4). Sebelum menjabat sebagai Bupati Pidie, Abusyik merupakan Wakil Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Ia meninggal dunia sekitar pukul 02.15 Wib dini hari di Rumah Sakit Umum Teungku Chik Di Tiro, Sigli, Pidie, Aceh. Kepulangan mantan orang nomor wahid di kabupaten penghasil kerupuk mulieng (emping melinjo) itu karena sakit yang dia cerita selama 10 bulan terakhir.
Sesuai informasi yang diperoleh Media Indonesia, jenazah Abusyik Sufi dibawa pulang ke kampung kelahirannya Desa Puuk, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie. Disana akan dimakamkan di samping istri pertamanya Syarifah, di komplek pemakaman umum Desa Puuk.
Baca juga : Ketua KPPS Di Aceh Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
Sekda Pidie, Idhami, mengatakan semasa menjabat Bupati Pidie, Abusyik Sufi dikenal sangat tegas dan tidak mau melanggar ketentuan hukum setiap mengambil keputusan. Kepada jajarannya sebelum melakukan tindakan selalu diingatkan bagaimana regulasi yang benar.
Lalu sebelum melakukan kebijakan terkait agama dan sosial kemasyarakatan tidak luput dari restu para ulama. Apalagi menyangkut hal-hal berbau syariat Islam.
"Selalu mengingatkan untuk mendekati ulama dan jangan melangkahi nasihat orang-orang alim. Sering meni dihati lebih sering mengunjungi ulama untuk mendapat masukan," kata Idhami.
Baca juga : Diduga Kelelahan, Dua Petugas KPPS Pidie Aceh Meninggal Dunia
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie, Teungku Ismi Abdul Jalil, menuturkan, kepribadian mantan Bupati Roni Ahmad itu sangat teguh pendirian. Apalagi untuk menjalankan pemerintahan harus sesuai hukum fiq.
"Semasa kepemimpinan Abusyik dengan tegas mengawasi tempat keramaian. Lokasi wisata tidak boleh menjadi tempat maksiat seperti berdua duaan ditempat sepi dan gelap. Kemudian ada tanah wakaf Teungku Syik Di Anjung yang ada pihak ingin bangun toko tempat penjualan. Abusyik langsung mengeluarkan surat resmi tidak boleh mengoyak kasih tanah wakaf diluar ketentuan hukum, apalagi untuk kepentingan pribadi suatu kelompok,” kata Teungku Ismi.
Abusyik Sufi sebelum menjadi Bupati Pidie adalah tokoh perjuangan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang mengenyam pendidikan militer di Tripoli Libya. Ia sempat dipercaya mengawal Presiden Libya Muammar Khadafi. Ketika pulang ke Aceh lelaki berbadan tegap dan ceria itu sempat ditunjuk sebagai Wakil Panglima GAM Wilayah Pidie.
Baca juga : O.J. Simpson Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
Di wilayah pesisir Selatan Malaka itu Abusyik Sufi bergerilya di hutan rawa Paya Reubee, lereng Seulawah Inong Kabupaten Pidie hingga ke Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Ketika memimpin anggotanya Sufi dikenal tegas dan mempunyai ilmu intelijen tinggi tinggi, hingga membuatnya sering lolos dari sergapan aparat keamanan.
Kebijakan positif yang dikeluarkan Abusyik Sufi saat memimpin Pidie, sangat terkenal adalah melarang aksi ilegal penambangan emas di kawasan Pegunungan Kecamatan Geumpang dan Tangse. Pria yang menjadi ikon peci merah beludru itu sangat cinta hutan lindung dan menggemari pertanian, perkebunan dan hutan rimba.
(Z-9)
PETANI kakao di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, tidak lagi bersemangat pergi ke kebun. Sejak dua bulan terakhir, harga biji kakao turun.
Ini bukan sekadar imbauan tetapi motivasi bagi seluruh jajaraan, dan pihaknya pun ikut membantu mencari bibit unggul.
Ini merupakan tugu raksasa berbentuk biji melinjo (eneuk Mulieng) gerbang memasuki Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.
Masa tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh diperpanjang mulai Senin (9/12) hingga Minggu (22/12) Desember 2024 (14 hari ke depan).
SEBANYAK 11 lokasi TPS rawan banjir di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh di pindah ke tempat lain yang lebih aman.
Di Kecamatan Delima, banjir akibat hujan deras dan luapan Sungai Krueng Teuku Chik Di Reubee dan Sungai Krueng Baro itu merendam puluhan desa.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved