Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Gampong, Desa Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, meninggal dunia. Murliani menghembuskan nafas terakhir Selasa (13/2) pukul 18.30 WIB.
Ketua Devisi Data dan Informasi Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie, Sufyan, kepada Media Indonesia mengatakan, Murliani dalam dua hari ini sangat sibuk. Dia tekun melakukan persiapan tahapan menuju detik-detik pencoblosan di TPS Desa Gampong Simpang Beutong tempat tugasnya.
Bahkan Selasa pagi hingga sore Mur bekerja ekstra di lokasi dan membangun tempat pemungutan suara (TPS) di pekarangan Mesjid Simpang Beutong.
Baca juga : Diduga Kelelahan, Dua Petugas KPPS Pidie Aceh Meninggal Dunia
Murliani yang tengah mengendarai motornya tertabrak mobil di jalur nasional Banda Aceh-Sigli, sekitar 500 meter arah barat TPS yang dibangunnya.
"Innalillahi wa innailaihi raji'un, telah berpulang ke Rahmatullah Saudari kita ibu MURLIANI ( Ketua KPPS) Gampong Simpang Beutong.. Semoga Almarhumah diterima disisi Allah SWT.." tulis Sufyan sebagaimana dikirim kepada Media Indonesia.
Sufyan mengucapkan turut berduka kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga meminta petugas KPPS yang lain menjaga keselamatan selama bertugas.
Baca juga : Pendistribusian Logistik Pemilu Di Pidie, Dijaga Polisi Bersenjata Lengkap
"Kepada segenap penyelenggara Pemilu di Pidie, diharapkan tidak luput mengutamakan keselamatan saat bertugas. Insya Allah terlaksana proses pemilihan damai, dan melahirkan tujuan bermartabat" tutur Sufyan.
Tiga hari sebelumnya dua orang penyelenggara Pemilu tingkat desa di Kabupaten Pidie juga meninggal dunia. Korban adalah Yusrizal, Ketua KPPS Desa Mane, Kecamatan Mane dan Abdurrahman, anggota KPPS Desa Barieh, Kecamatan Mutiara Timur.
Keduanya diduga kelelahan saat melaksanan tugas. Belum lagi keduanya bekerja sebagai petani dan imam musala desa. (Z-3)
PETANI kakao di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, tidak lagi bersemangat pergi ke kebun. Sejak dua bulan terakhir, harga biji kakao turun.
Ini bukan sekadar imbauan tetapi motivasi bagi seluruh jajaraan, dan pihaknya pun ikut membantu mencari bibit unggul.
Ini merupakan tugu raksasa berbentuk biji melinjo (eneuk Mulieng) gerbang memasuki Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.
Masa tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh diperpanjang mulai Senin (9/12) hingga Minggu (22/12) Desember 2024 (14 hari ke depan).
SEBANYAK 11 lokasi TPS rawan banjir di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh di pindah ke tempat lain yang lebih aman.
Di Kecamatan Delima, banjir akibat hujan deras dan luapan Sungai Krueng Teuku Chik Di Reubee dan Sungai Krueng Baro itu merendam puluhan desa.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved