Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA alam tanah bergerak yang berujung longsornya bukit setinggi 35 meter terjadi di Dukuh Secang, Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng), pada Minggu (3/3) petang. Musibah ini menewaskan tiga orang dalam satu keluarga yang terkubur longsor tanah bukit tersebut.
Bencana longsor yang menerjang rumah yang berada di bawah bukit Secang itu terjadi bersamaan dengan hujan deras beberapa jam. Hujan mengguyur bumi Sukowati secara merata.
Tidak ada teriakan minta tolong. Namun Ketua RT 022 Secang, Suhardi, mendengar suara keras sejumlah pohon ambruk. Ketika ingin mengecek, ia melihat sejumlah pohon tumbang berikut tanah bukit yang menghantam rumah keluarga Lagiman, 67.
Baca juga : Banjir Bandang Terjang Tiga Desa di Semarang
Lagiman satu-satunya dari keluarga nahas itu yang selamat. Ini karena saat bencana datang yang menghantam rumahnya, ia sedang berada di masjid untuk menjalankan kewajiban salat Maghrib.
"Ya Pak Lagiman satu-satunya yang selamat dari keluarga nahas itu. Ini karena bertepatan bencana datang, ia sedang berada di luar. Ia sedang sembahyang di masjid bersama warga lain," kata Ketua RT 022 Dukuh Secang, Suhardi, di tengah pencarian korban.
Jasad Tarmi, istri dari Lagiman, berhasil diketemukan pada Minggu malam di tengah pencarian oleh ratusan relawan SAR gabungan. Dua lainnya, yakni Darmadi dan anaknya, berhasil diketemukan dan dievakuasi pada Senin (4/3) sekira pukul 10.30 WIB.
Baca juga : Harga Beras Bertahan Tinggi, Penggilingan Minim Untung
"Alhamdulillah, semua korban sudah dapat ditemukan dan dievakuasi berkat kerja gotong royong ratusan relawan SAR. Jumlah korban hanya tiga, karena yang satu ternyata berada di luar rumah, sedang salat di masjid," ungkap Camat Sambirejo, Didik Purwanto, yang terlibat aktif dalam proses evakuasi.
Bencana longsor dikhawatirkan masih akan terjadi, jika melihat cuaca ekstrem di musim hujan yang masih berlanjut. Sedikitnya ada lima rumah yang berdekatan dengan rumah Lagiman.
"Saat ini ada 14 keluarga yang harus mengungsi karena khawatir munculnya bencana susulan. Baru kali ini bukit itu longsor, meski gerakan tanah sudah sering dirasakan warga dekat bukit," ucap Suhardi. (Z-2)
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved