Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG bulan suci Ramadhan, harga cabai rawit di pasar Kite Sungailat Bangka, Provinsi Bangka Belitung, melejit hingga Rp120 ribu per kilogram dan cabai merah keriting Rp90 ribu per kg.
Menurut Rahmad salah satu pedagang sebelumnya harga cabai rawit dijual Rp80 ribu per kg, kini dijual Rp120 ribu per kg, sedangkan cabai besar kriting dari harga Rp70 ribu per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
"Kalau untuk eceran kita jual Rp12 ribu per ons atau sekitar Rp120 ribu per kilo," kata Rahmad, Kamis (22/2).
Baca juga : Harga Beras di Padang Panjang Masih Stabil Jelang Ramadan
Sementara, Pj Bupati Bangka Muhammad Haris membenarkan jelang puasa ini, harga cabai mengalami kenaikan.
"Jelang puasa ini sudah ada bahan pokok kita yang naik terutama cabai rawit dan cabai besar keriting," kata Pj Bupati.
Ia mengaku kenaikan harga cabai ini kemungkinan kurangnya pasokan dan banyak petani yang belum panen.
Pemerintah menurut dia terus berupaya menekan kenaikan harga cabai ini dengan gerakan menanam cabai.
"nanti kami akan ke kecamatan kecamatan yang pasok cabai ke pasar pasar."ungkapnya.(Z-4)
Kementan menyatakan terjaganya pasokan cabai berdampak pada harga cabai yang semakin terkendali.
MENJELANG perayaan Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah bahan pokok naik di Pasar Gedhe Klaten.
DEWAN Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Cabai rawit dikenal dengan tingkat kepedasan yang tinggi karena mengandung zat aktif bernama capsaicin.
Selain itu, kenaikan harga komoditas cabai rawit dan sayuran hijau disebabkan oleh terbatasnya pasokan sebagai dampak dari cuaca ekstrem.
BPS mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen (mtm). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya cabai rawit dan daging ayam, menjadi penyumbang terbesar.
Cabai ini termasuk dalam keluarga tanaman Solanaceae, dan banyak digunakan sebagai bumbu masakan di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Kendati sudah mengalami penurunan, konsumen masih menganggap harga tersebut masih terbilang mahal.
KENAIKAN harga pangan yang terjadi menjelang dan saat Ramadan telah terjadi berulang. Sayangnya pemerintah seolah tak memetik pelajaran dari pengalaman
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved