Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
CABAI rawit adalah salah satu jenis cabai yang berukuran kecil namun memiliki rasa sangat pedas. Dalam bahasa Latin, cabai rawit dikenal sebagai Capsicum frutescens.
Cabai ini termasuk dalam keluarga tanaman Solanaceae, dan banyak digunakan sebagai bumbu masakan di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Cabai rawit mengandung capsaicin, senyawa aktif yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh dengan meningkatkan suhu tubuh dan membakar lebih banyak kalori.
Kandungan capsaicin juga membantu mengurangi nafsu makan, sehingga asupan kalori bisa lebih terkendali.
Capsaicin dikenal memiliki efek analgesik. Senyawa ini bekerja dengan menurunkan kepekaan saraf terhadap rasa sakit, termasuk untuk nyeri sendi atau otot.
Cabai rawit dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat, mencegah pembekuan darah, meningkatkan sirkulasi darah. Semua ini berkontribusi pada kesehatan jantung.
Cabai rawit merangsang produksi enzim pencernaan dan cairan lambung, yang membantu proses pencernaan dan mencegah sembelit.
Cabai rawit kaya akan vitamin C, A, dan E serta flavonoid yang membantu melawan radikal bebas, memperkuat sistem imun, dan menjaga kesehatan kulit.
Vitamin C dalam cabai rawit mendukung sistem imun tubuh, membantu melawan infeksi dan mempercepat pemulihan dari penyakit.
Beberapa studi menunjukkan bahwa capsaicin dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Cabai rawit dapat membantu melegakan saluran napas, mengencerkan lendir, dan membantu mengatasi flu atau hidung tersumbat.
Capsaicin menunjukkan efek antikanker pada beberapa studi laboratorium dengan menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu, meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.
Meskipun bermanfaat, konsumsi cabai rawit secara berlebihan bisa menyebabkan gangguan lambung, iritasi usus, atau masalah pencernaan lainnya, terutama bagi penderita maag. (Z-4)
Selain itu, kenaikan harga komoditas cabai rawit dan sayuran hijau disebabkan oleh terbatasnya pasokan sebagai dampak dari cuaca ekstrem.
BPS mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen (mtm). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya cabai rawit dan daging ayam, menjadi penyumbang terbesar.
Kendati sudah mengalami penurunan, konsumen masih menganggap harga tersebut masih terbilang mahal.
KENAIKAN harga pangan yang terjadi menjelang dan saat Ramadan telah terjadi berulang. Sayangnya pemerintah seolah tak memetik pelajaran dari pengalaman
WAKIL Ketua Komisi IV DPR Abdul Kharis Almasyhari menyoroti kenaikan harga pangan yang kembali terjadi menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved